FITRIYANA, NATASA and Yulianto, Tri and Miranti, Shavika (2025) EFEKTIVITAS MINYAK SERAI WANGI Cymbopogon nardus L. Rendle SEBAGAI BAHAN ANESTESI PADA TRANSPORTASI IKAN KAKAP PUTIH Lates calcarifer. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
NATASA FITRIYANA_2002030003_Budidaya Perairan - Cover.pdf - Published Version Download (583kB) |
|
|
Text (Abstrak)
NATASA FITRIYANA_2002030003_Budidaya Perairan - Abstrak.pdf - Published Version Download (54kB) |
|
|
Text (BAB I)
NATASA FITRIYANA_2002030003_Budidaya Perairan - BAB I.pdf - Published Version Download (57kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
NATASA FITRIYANA_2002030003_Budidaya Perairan - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (109kB) |
|
|
Text (Full teks)
NATASA FITRIYANA_2002030003_Budidaya Perairan - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (777kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L. Rendle) sebagai bahan anestesi alami pada transportasi ikan kakap putih (Lates calcarifer). Latar belakang penelitian didasari oleh perlunya metode anestesi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan untuk mengurangi stres serta meningkatkan kelangsungan hidup ikan selama proses pengangkutan. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: tanpa anestesi (kontrol), serta tiga perlakuan dengan dosis minyak serai wangi berbeda (0,05 mL/L, 0,10 mL/L, dan 0,15 mL/L), masing-masing diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi kecepatan pingsan, tingkat kelulushidupan (SR), perubahan kondisi fisik dan tingkah laku ikan, serta kualitas air (suhu, pH, oksigen terlarut, dan salinitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis minyak serai wangi, semakin cepat ikan mengalami pingsan. Namun, dosis yang terlalu tinggi (0,15 mL/L) dapat menurunkan tingkat kelulushidupan dan memperlambat waktu pemulihan. Dosis optimal yang disarankan adalah 0,10 mL/L, karena mampu memberikan efek anestesi yang cepat, aman, dan tetap menjaga kelangsungan hidup ikan sebesar 100%. Penggunaan minyak serai wangi tidak menimbulkan perubahan signifikan terhadap parameter kualitas air, sehingga aman digunakan dalam skala transportasi. Dengan demikian, minyak serai wangi dinilai efektif sebagai bahan anestesi alami yang berpotensi menggantikan bahan kimia sintetis dalam kegiatan transportasi ikan kakap putih secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 600. Teknologi dan Ilmu Terapan > 630-639. Pertanian, Budidaya Ikan, dan Teknologi yang Berkaitan > 639.32 Fish Culture in Salt Water/Peternakan Ikan Air Asin dan Air Payau | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Budidaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user BDP | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2025 03:13 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2025 03:13 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10125 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
