AZMI, SAID HAIRUL and Ahmad, Zahid and Dedy, Kurniawan (2025) KARAKTERISTIK HABITAT DAN SEBARAN UKURAN KEPITING TELUR MERAH ATERGATIS INTEGERRIMUS (LAMARCK, 1818) DI PERAIRAN TELUK LANJUT PULAU SELAYAR KABUPATEN LINGGA. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
SAID HAIRUL AZMI_180254242043 _Manajemen Sumberdaya Perairan - Cover.pdf - Published Version Download (507kB) |
|
|
Text (Abstrak)
SAID HAIRUL AZMI_180254242043 _Manajemen Sumberdaya Perairan - Abstrak.pdf - Published Version Download (90kB) |
|
|
Text (BAB I)
SAID HAIRUL AZMI_180254242043 _Manajemen Sumberdaya Perairan - BAB I.pdf - Published Version Download (94kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
SAID HAIRUL AZMI_180254242043 _Manajemen Sumberdaya Perairan - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (134kB) |
|
|
Text (Full Teks)
SAID HAIRUL AZMI_180254242043 _Manajemen Sumberdaya Perairan - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Perairan Teluk Lanjut merupakan kawasan pesisir di bagian barat Kabupaten Lingga yang memiliki potensi tinggi dalam bidang perikanan dan ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat dan sebaran ukuran kepiting telur merah (Atergatis integerrimus) yang ditemukan di perairan tersebut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2024, menggunakan metode survei dengan pengambilan data lapangan meliputi parameter kualitas perairan (suhu, salinitas, pH, DO, kecerahan, kedalaman, dan kecepatan arus), serta pengambilan sampel kepiting untuk diukur morfometrinya. Parameter lingkungan diukur langsung di tiga stasiun pengamatan, masing-masing terdiri dari tiga titik, dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas perairan berada pada kondisi yang sesuai untuk kehidupan biota laut dengan suhu berkisar antara 30,7–31,3°C, salinitas 28,2–29,3‰, DO 7,2–7,7 mg/L, dan pH 7,2 7,4. Tipe substrat yang ditemukan meliputi pasir pecahan karang, pasir berlumpur, dan pasir. Sebaran kepiting menunjukkan bahwa jumlah kepiting jantan lebih dominan, yaitu sebanyak 48 ekor dibandingkan dengan 23 ekor betina. Struktur ukuran menunjukkan bahwa jantan memiliki panjang dan lebar karapas yang lebih besar dibandingkan betina, meskipun betina memiliki bobot tubuh yang lebih tinggi. Hasil ini menunjukkan adanya pengaruh karakteristik habitat terhadap distribusi dan ukuran kepiting, yang dapat menjadi dasar dalam pengelolaan sumber daya kepiting di wilayah tersebut.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 501. Ilmu Pengetahuan Alam 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 570. Biologi 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 590. Animals (Ilmu Hewan-hewan, Ilmu Binatang-binatang) |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user manajemenSP | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2025 08:12 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2025 08:12 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10170 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
