Search for collections on Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji

DISTRIBUSI SPASIAL IKAN PELAGIS KECIL (CYPRINUS CARPIO) DAN FAKTOR LINGKUNGAN DI PERAIRAN TELUK BAKAU KABUPATEN BINTAN

ILHAM, MUHAMMAD and Febrianto, Try and Pratomo, Arief (2025) DISTRIBUSI SPASIAL IKAN PELAGIS KECIL (CYPRINUS CARPIO) DAN FAKTOR LINGKUNGAN DI PERAIRAN TELUK BAKAU KABUPATEN BINTAN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

[img] Text (Cover)
MUHAMMAD_ILHAM_180254241058_ILMU_KELAUTAN_COVER.pdf - Published Version

Download (828kB)
[img] Text (Abstrak)
MUHAMMAD_ILHAM_180254241058_ILMU_KELAUTAN_ABSTRAK.pdf - Published Version

Download (297kB)
[img] Text (BAB 1)
MUHAMMAD_ILHAM_180254241058_ILMU_KELAUTAN_BAB_1.pdf - Published Version

Download (314kB)
[img] Text (DAPUS)
MUHAMMAD_ILHAM_180254241058_ILMU_KELAUTAN_DAPUS.pdf - Published Version

Download (310kB)
[img] Text (Full Teks)
MUHAMMAD_ILHAM_180254241058_ILMU_KELAUTAN_FULL_TEKS.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.umrah.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial ikan pelagis kecil dan hubungannya dengan parameter lingkungan di perairan Teluk Bakau, Kabupaten Bintan, menggunakan teknologi hidroakustik. Pengambilan data dilakukan dengan echosounder Simrad EK-15 yang telah dikalibrasi menggunakan bola sphere berdiameter 35 mm dengan target strength -40,00 dB. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut (DO), dan kecerahan. Analisis hubungan antara densitas ikan dan parameter lingkungan dilakukan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran ikan yang terdeteksi secara akustik berkisar 1–7 cm dengan dominasi ukuran 2 cm (82%), sedangkan hasil tangkapan nelayan didominasi ukuran 3–3,5 cm (22%). Distribusi spasial ikan pelagis kecil berada pada kedalaman 2–10 m dengan kepadatan tertinggi 13–15 ind/m³ pada kedalaman 10 m, dan biomassa total diperkirakan ±1,24 ton/m². Secara spasial, stasiun 1, 2, dan 3 menunjukkan kelimpahan tertinggi, sedangkan stasiun 5 terendah. Analisis PCA menghasilkan dua faktor utama yang menjelaskan 84,70% keragaman data, dengan parameter yang paling berpengaruh terhadap kepadatan ikan adalah suhu, diikuti salinitas, pH, DO, dan kecerahan. Suhu dan salinitas menjadi faktor dominan yang memengaruhi pola sebaran ikan pelagis kecil. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa teknologi hidroakustik efektif dalam memetakan distribusi spasial dan menduga biomassa ikan secara cepat dan akurat. Informasi ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan di Teluk Bakau, termasuk penentuan lokasi penangkapan potensial dan strategi konservasi sumber daya perairan.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionNameNIP / NIDN
UNSPECIFIEDFebrianto, TryNIP.198702172019031005
UNSPECIFIEDPratomo, AriefNIPPPPK.197004162021211004
Subjects: 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 530 Physics/Fisika
Divisions: Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Ilmu kelautan
Depositing User: user ilmukelautan
Date Deposited: 13 Aug 2025 06:31
Last Modified: 13 Aug 2025 06:31
URI: http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10188

Actions (login required)

View Item View Item