PRIADI, DEBI SYA'BAN and Suhana, Mario Putra and Febrianto, Try (2025) PEMETAAN PROFIL BATIMETRI MENGGUNAKAN SATELLITE DERIVED BATHYMETRY (SDB) DI PERAIRAN PANTAI TANJUNG SIAMBANG TANJUNGPINANG. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (COVER)
DEBI SYA'BAN PRIADI_180254241019_COVER.pdf - Published Version Download (525kB) |
|
|
Text (Abstrak)
DEBI SYA'BAN PRIADI_180254241019_Ilmu kelautan_Abstrak.pdf - Published Version Download (244kB) |
|
|
Text (Bab I)
DEBI SYA'BAN PRIADI_180254241019_Ilmu kelautan_Bab I.pdf - Published Version Download (127kB) |
|
|
Text (Daftar pustaka)
DEBI SYA'BAN PRIADI_180254241019_Ilmu kelautan_Daftar pustaka.pdf - Published Version Download (250kB) |
|
|
Text (FULL TEXT)
DEBI SYA'BAN PRIADI_180254241019_FULL.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Peta batimetri merupakan peta yang menggambarkan kedalaman suatu perairan yang disajikan dengan menggunakan garis kontur kedalamanPerairan pantai Tanjung siambang merupakan salahsatu perairan dangkal yang menjadi salah satu wilayah pantai yang terjadi penggundulan vegetasi yang berpotensi terjadinya sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi batimetri dan kemiringan lereng dasar perairan (slope) di kawasan pesisir Pantai Tanjung Siambang, Kota Tanjungpinang. Pemetaan batimetri dilakukan dengan metode Satellite Derived Bathymetry (SDB) berbasis citra Sentinel-2A menggunakan algoritma Stumpf. Penelitian ini menggabungkan dua teknologi, data hasil pemeruman menggunakan singlebeam ecosounder dan data citra satelit. Proses analisis dilakukan melalui tahapan cropping, resampling, masking, hingga ekstraksi kedalaman menggunakan perangkat lunak SNAP. Berdasarkan hasil analisis pasang surut dapat diketahui hasil dari perhitungan nilai formzahl (F) yaitu sebesar 1,40. Nilai formzahl yang dihasilkan tersebut menunjukkan bahwa pasang surut yang terjadi perairan pantai Tanjung Siambang diklasifikasikan sebagai pasang surut tipe pasang surut campuran harian ganda (mixed mainly semi diurnal tides) dimana (0,25 ≤ F ≤ 1,5) yang artinya satu hari biasanya terjadi satu kali pasang dan satu kali surut, namun terkadang dapat terjadi dua kali pasang dan dua kali surut dengan ketinggian dan periode yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman perairan berdasarkan data in-situ berkisar antara 0 hingga 6,4 meter, sementara hasil dari metode SDB mencapai hingga 6,78 meter. Profil morfologi dari data in-situ menunjukkan pola yang lebih teratur dan landai, sedangkan hasil SDB menampilkan pola yang lebih bervariasi dan bergelombang. Analisis kemiringan lereng juga menunjukkan bahwa data insitu menghasilkan variasi klasifikasi morfologi dasar perairan variasi, dengan klasifikasi kemiringan yang rata/hampir datar sampai dengan landai (rata-rata hingga 3,01%). Sedangkan metode SDB cenderung mereduksi detail morfologi dengan nilai slope yang lebih rendah (rata-rata di bawah 1,5%) dan klasifikasi umum sebagai daerah yang rata/hampir datar. Hasil dari R2 pada pesamaan menujukan keterkaitan antara hasil pengolahan SDB terhadapat kedalaman insitu. Perhitungan koefisien determinasi (R2) menghasilkan nilai 0,6466 yang menunjukan regresi yang dihasilkan cukup baik.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 501. Ilmu Pengetahuan Alam 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 530 Physics/Fisika |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Ilmu kelautan | |||||||||
| Depositing User: | user ilmukelautan | |||||||||
| Date Deposited: | 14 Aug 2025 06:31 | |||||||||
| Last Modified: | 14 Aug 2025 06:31 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10219 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
