PARDEDE, MARGARETHA THIOVANI and Suhana, Mario Putra and Kurniawati, Esty (2025) ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI MENGGUNAKAN DIGITAL SHORELINE ANALYSIS SYSTEM (DSAS) DI PANTAI TANJUNG SETUMU, PULAU DOMPAK. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
MARGARETHA_THIOVANI_PARDEDE_190254241027_Ilmu_Kelautan - Cover.pdf - Published Version Download (606kB) |
|
|
Text (Abstrak)
MARGARETHA_THIOVANI_PARDEDE_190254241027_Ilmu_Kelautan - Abstrak.pdf - Published Version Download (206kB) |
|
|
Text (BAB I)
MARGARETHA_THIOVANI_PARDEDE_190254241027_Ilmu_Kelautan - BAB I.pdf - Published Version Download (252kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
MARGARETHA_THIOVANI_PARDEDE_190254241027_Ilmu_Kelautan - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (238kB) |
|
|
Text (Full Teks)
MARGARETHA_THIOVANI_PARDEDE_190254241027_Ilmu_Kelautan - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pantai Tanjung Setumu, Pulau Dompak merupakan tempat wisata yang memiliki topografi yang landai dengan kondisi fisik yang berpasir. Hal tersebut mempengaruhi posisi garis pantai di Pantai Tanjung Setumu dari tahun ke tahun, sehingga diperlukan penelitian terkait perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Setumu. Teknik penginderaan jauh digunakan untuk melakukan pengamatan terhadap perubahan garis pantai. Teknik penginderaan jauh yang digunakan dalam penelitian ini adalah berbasis citra satelit SPOT 7. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola perubahan garis pantai di Pantai Tanjung Setumu selama 5 tahun yaitu pada tahun 2017 dan 2022 menggunakan citra satelit SPOT 7 dengan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Perubahan garis pantai dengan menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) akan menghasilkan nilai negatif bila terjadi perubahan bersifat abrasi dan akan menghasilkan nilai positif ketika terjadi perubahan bersifat akresi. Metode yang digunakan untuk menghitung perubahan garis pantai dalam penelitian ini yaitu metode Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) yang terdapat pada DSAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 5 tahun, Pantai Tanjung Setumu mengalami perubahan garis pantai berupa akresi dan abrasi. Pengolahan data dengan menggunakan DSAS tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang signifikan terjadi adalah terjadinya akresi dibandingkan abrasi. Pantai Tanjung Setumu mengalami akresi yang didapatkan rata-rata perubahan nilai akresinya sebesar 6,7 meter, dengan perubahan nilai akresi tertingginya sebesar 33,55 meter. Pantai Tanjung Setumu juga mengalami perubahan abrasi dengan rata-rata nilai abrasinya didapatkan sebesar -6,5 meter serta nilai abrasi tertinggi sebesar -23,34 meter. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan, khususnya dalam mengidentifikasi lokasi-lokasi yang mengalami perubahan garis pantai.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 501. Ilmu Pengetahuan Alam 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 530 Physics/Fisika |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Ilmu kelautan | |||||||||
| Depositing User: | user ilmukelautan | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2025 03:29 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2025 03:29 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10223 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
