FLORENZA, SALSABILA and Kustiawan, Kustiawan and Muzwardi, Ady (2025) DIPLOMASI BEBAS VISA THAILAND - CHINA DALAM MENINGKATKAN HUBUNGAN DIPLOMATIK MELALUI PARIWISATA. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
SALSABILA FLORENZA_2105050023_Ilmu Hubungan Internasional_Cover.pdf - Published Version Download (671kB) |
|
|
Text (Abstrak)
SALSABILA FLORENZA_2105050023_Ilmu Hubungan Internasional_Abstrak.pdf - Published Version Download (231kB) |
|
|
Text (Bab I)
SALSABILA FLORENZA_2105050023_Ilmu Hubungan Internasional_Bab I.pdf - Published Version Download (252kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
SALSABILA FLORENZA_2105050023_Ilmu Hubungan Internasional_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (252kB) |
|
|
Text (Full Teks)
SALSABILA FLORENZA_2105050023_Ilmu Hubungan Internasional_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Sektor pariwisata Thailand merupakan salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi COVID-19, khususnya dalam hal kunjungan wisatawan mancanegara asal Tiongkok yang sebelumnya mendominasi pasar pariwisata Thailand. Sebelum pandemi, pada tahun 2019, Thailand mencatat kunjungan wisatawan Tiongkok sebanyak 11,14 juta orang. Namun, akibat pembatasan perjalanan internasional dan penutupan perbatasan, jumlah tersebut mengalami penurunan drastis menjadi 500.000 pada tahun 2020 dan hanya 100.000 pada tahun 2021. Untuk mengatasi krisis tersebut, Pemerintah Thailand bersama Pemerintah Tiongkok mulai menerapkan kebijakan bebas visa sementara pada 25 September 2023, yang kemudian diresmikan secara permanen pada 1 Maret 2024. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi lunak melalui sektor pariwisata untuk memperkuat hubungan bilateral serta mendorong pemulihan ekonomi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis implementasi kebijakan bebas visa Thailand terhadap wisatawan asal Tiongkok sebagai bentuk diplomasi pariwisata. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka berbasis data sekunder yang diperoleh dari buku, jurnal, dan laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan bebas visa memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Thailand. Jumlah kunjungan meningkat dari 224.600 wisatawan pada 2022 menjadi 3,45 juta pada 2023, dan mencapai 6,73 juta pada pertengahan 2024 setelah kebijakan permanen diberlakukan. Selain memulihkan sektor pariwisata, kebijakan ini juga membuka peluang kerja sama lebih luas di bidang perdagangan, investasi, dan pendidikan. Dengan demikian, diplomasi pariwisata melalui kebijakan bebas visa berhasil dimanfaatkan Thailand sebagai strategi untuk memperkuat posisi internasional dan mempererat hubungan diplomatik dengan Tiongkok secara berkelanjutan. Kata kunci: diplomasi pariwisata, soft diplomacy, kebijakan bebas visa, Thailand– Tiongkok,
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 14 Aug 2025 04:44 | |||||||||
| Last Modified: | 14 Aug 2025 04:44 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10296 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
