JULIANTRI, YESI and Akbar, Dhani and Putri, Rizqi Apriani (2025) KERJA SAMA JOINT TECHNICAL COMMITTEE (JTC) INDONESIA DAN VIETNAM DALAM PEMULANGAN ANAK BUAH KAPAL (ABK) ASING DI BATAM. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (COVER)
Yesi Juliantri_2105050049_Ilmu Hubungan Internasional_CoVER (1).pdf - Published Version Download (622kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
Yesi Juliantri_2105050049_Ilmu Hubungan Internasional_Abstrak.pdf - Published Version Download (213kB) |
|
|
Text (BAB 1)
Yesi Juliantri_2105050049_Ilmu Hubungan internasional_Bab 1.pdf - Published Version Download (463kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Yesi Juliantri_2105050049_Ilmu Hubungan internasional_Daftar Referensi.pdf - Published Version Download (331kB) |
|
|
Text (Full Text)
Yesi Juliantri_2105050049_Ilmu Hubungan Internasional_Full tekssss (1).pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas implementasi kerja sama Joint Technical Committee (JTC) antara Indonesia dan Vietnam dalam proses pemulangan anak buah kapal (ABK) Vietnam yang tertangkap di wilayah perairan Indonesia, khususnya di bawah koordinasi PSDKP Batam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pelaksanaan kerja sama bilateral tersebut, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta menilai sejauh mana kerja sama ini menghasilkan dampak nyata di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung terhadap pihak PSDKP Batam dan ABK Vietnam, serta studi dokumen MoU dan laporan resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kerja sama JTC telah terbentuk secara formal sebagai bentuk interaksi bilateral yang bertujuan mencapai kepentingan bersama, pelaksanaannya belum berjalan optimal. Hambatan utama mencakup kendala teknis dan administratif, keterbatasan anggaran, serta kurangnya dukungan logistik dari pihak Vietnam. PSDKP Batam sering kali harus menanggung beban operasional secara sepihak, mulai dari logistik, kesehatan, hingga tempat penampungan. Dampak positif dari kerja sama ini hanya terlihat pada periode tertentu, seperti saat pemulangan massal sebelum pandemi COVID-19. Ketimpangan dalam pembagian tanggung jawab menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan dalam kerja sama bilateral ini belum sepenuhnya terwujud. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa meskipun kerja sama JTC telah menyediakan dasar hukum dan mekanisme bilateral untuk pemulangan ABK, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada peningkatan komitmen politik, koordinasi antarinstansi, serta pembagian peran yang adil antara kedua negara. Diperlukan perbaikan pada aspek teknis dan pendanaan agar kerja sama ini dapat berjalan lebih efektif, manusiawi, dan berkelanjutan Kata Kunci: Kerja sama Bilateral, Joint Technical Committee, Pemulangan anak buah kapal, PSDKP Batam, Implementasi Kerjasama.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan > 327.598 Foreign Relations of Indonesia/Politik Luar Negeri Indonesia | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Aug 2025 08:43 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Aug 2025 08:43 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10312 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
