RAMADHAN, AMRI and Swastiwi, Anastasia Wiwik and Wahyudi, Herry (2025) PARADIPLOMASI PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN PULAU PENYENGAT SEBAGAI DESTINASI WISATA INTERNASIONAL TAHUN 2022 – 2023. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
AMRI RAMADHAN_190564201027_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL_COVER.pdf Download (557kB) |
|
|
Text (Abstrak)
AMRI RAMADHAN_190564201027_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL_ABSTRAK.pdf - Published Version Download (326kB) |
|
|
Text (BAB I)
AMRI RAMADHAN_190564201027_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL_BAB I.pdf - Published Version Download (384kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
AMRI RAMADHAN_190564201027_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL_DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (297kB) |
|
|
Text (Full Text)
AMRI RAMADHAN_190564201027_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL_FULL TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas PARADIPLOMASI yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam pengembangan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata internasional pada tahun 2022–2023. Pulau Penyengat merupakan kawasan cagar budaya nasional yang memiliki kekayaan sejarah, budaya Melayu, dan nilai religius yang tinggi, menjadikannya daya tarik utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah daerah, melalui Dinas Kebudayaan, berfokus pada pelestarian warisan budaya tak benda dan benda dengan berbagai program edukasi, promosi, dan pembangunan infrastruktur penunjang seperti penataan dermaga, perbaikan akses, serta penguatan branding “Terpikat Pulau Penyengat”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis data yang melibatkan studi pustaka, observasi, dan wawancara kepada pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi budaya terbukti secara strategis mendorong peningkatan identitas lokal dan nilai ekonomi kawasan, ditandai dengan pelibatan masyarakat dalam pelestarian budaya serta meningkatnya capaian kinerja pariwisata berbasis budaya. Di sisi lain, tantangan tetap ada, seperti menjaga otentisitas budaya di tengah arus komersialisasi dan globalisasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan jaringan internasional melalui diplomasi budaya ke forum dunia seperti UNESCO guna memperluas pengakuan dan nilai tambah kawasan. Pengembangan fasilitas penunjang, regulasi pelestarian budaya, dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan pengembangan Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata internasional berbasis budaya.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 15 Aug 2025 08:05 | |||||||||
| Last Modified: | 15 Aug 2025 08:05 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10346 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
