FAHREZI, AZEL and Hendra, Kurniawan and Berta Erwin, Slam (2026) ANALISIS SERANGAN FILELESS MALWARE PADA SISTEM OPERASI LINUX BERBASIS SELINUX DAN APPARMOR (STUDI KASUS APLIKASI WEB BERBASIS PHP). S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
AZEL_FAHREZI_2101020034_Teknik_Informatika - Cover.pdf - Published Version Download (888kB) |
|
|
Text (Abstrak)
AZEL_FAHREZI_2101020034_Teknik_Informatika - Abstrak.pdf - Published Version Download (82kB) |
|
|
Text (BAB I)
AZEL_FAHREZI_2101020034_Teknik_Informatika - BAB I.pdf - Published Version Download (100kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
AZEL_FAHREZI_2101020034_Teknik_Informatika - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (99kB) |
|
|
Text (Full Teks)
AZEL_FAHREZI_2101020034_Teknik_Informatika - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Serangan fileless malware merupakan ancaman siber yang beroperasi langsung di memori tanpa meninggalkan berkas, sehingga sulit dideteksi oleh sistem keamanan konvensional. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas dan dampak performa dua mekanisme keamanan kernel berbasis Mandatory Access Control (MAC), yaitu Security-Enhanced Linux (SELinux) dan AppArmor, dalam mencegah serangan fileless malware pada sistem operasi Debian berbasis aplikasi web PHP. Pengujian dilakukan menggunakan sepuluh skenario serangan dengan pendekatan eksperimental pada lingkungan virtual. Efektivitas diukur berdasarkan persentase keberhasilan blokir, sementara performa diukur melalui penggunaan CPU dan memori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SELinux dan AppArmor mencapai tingkat efektivitas 100% dengan berhasil mendeteksi dan mencegah seluruh skenario serangan tanpa pengecualian. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada dampak performa. Berdasarkan pengujian durasi 5 menit, AppArmor menunjukkan efisiensi sumber daya yang lebih baik dengan rata-rata penggunaan CPU yang sangat rendah (0,19% – 0,28%) dan penggunaan memori yang stabil (6,06% – 7,20%). Sebaliknya, SELinux mencatat penggunaan sumber daya lebih tinggi, dengan rata-rata CPU mencapai 0,46% – 1,84% dan memori 7,43% – 9,45% akibat mekanisme audit dan pelabelan yang kompleks. Temuan ini merekomendasikan AppArmor untuk lingkungan dengan keterbatasan sumber daya, sedangkan SELinux disarankan untuk sistem yang memprioritaskan keamanan dan pencatatan audit mendalam.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum > 000. Ilmu Umum dan Komputer > 005.84. Malware | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Informatika | |||||||||
| Depositing User: | user Teknik Informatika | |||||||||
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 06:13 | |||||||||
| Last Modified: | 26 Jan 2026 06:13 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10503 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
