Search for collections on Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji

ANALISIS YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA SIBER RANSOMWARE DALAM HUKUM POSITIF INDONESIA

KURNIARULLAH, MUHAMMAD RIZKI and Efritadewi, Ayu and Harmain, Irfan (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA SIBER RANSOMWARE DALAM HUKUM POSITIF INDONESIA. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

[img] Text (Cover)
MUHAMMAD_RIZKI_KURNIARULLAH_2205040077_Ilmu Hukum - Cover.pdf - Published Version

Download (688kB)
[img] Text (Abstrak)
MUHAMMAD_RIZKI_KURNIARULLAH_2205040077_Ilmu Hukum - Abstrak.pdf - Published Version

Download (265kB)
[img] Text (BAB I)
MUHAMMAD_RIZKI_KURNIARULLAH_2205040077_Ilmu Hukum - BAB I.pdf - Published Version

Download (341kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
MUHAMMAD_RIZKI_KURNIARULLAH_2205040077_Ilmu Hukum - Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (256kB)
[img] Text (Full Teks)
MUHAMMAD_RIZKI_KURNIARULLAH_2205040077_Ilmu Hukum - Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.umrah.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam problematika yuridis terkait tindak pidana siber ransomware dalam kerangka hukum positif Indonesia serta mengidentifikasi kompleksitas modus operandi sistematis yang melatarbelakangi kejahatan tersebut. Metode penelitian yang diterapkan dalam skripsi ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach) untuk membedah sinkronisasi aturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara yuridis, upaya penanggulangan ransomware di Indonesia saat ini masih bertumpu pada instrumen hukum positif seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Namun, keseluruhan regulasi tersebut dinilai masih bersifat parsial, fragmentaris, dan reaktif, karena cenderung menitikberatkan pada aspek vandalisme digital seperti akses ilegal atau perusakan data secara terpisah, sehingga gagal menjangkau hakikat ransomware sebagai kejahatan hibrida yang menyatukan sabotase teknis dengan motif pemerasan ekonomi yang sangat kompleks. Dalam aspek operasional, penelitian ini menemukan bahwa modus operandi ransomware dijalankan melalui tahapan yang sangat terorganisir, diawali dengan teknik phishing dan rekayasa sosial sebagai pintu masuk utama penetrasi sistem. Pelaku kemudian memanipulasi fitur internal sistem sehingga serangan sulit terdeteksi, yang diikuti dengan enkripsi data massal serta pelumpuhan sistem cadangan (backup) secara permanen. Fenomena ini semakin diperparah dengan munculnya strategi double extortion dan model bisnis Ransomware-as-a-Service (RaaS) yang memanfaatkan anonimitas aset kripto untuk mengaburkan jejak transaksi finansial. Kesimpulannya, adanya ketidakjelasan konsep dan fragmentasi hukum saat ini yang memicu adanya fenomena kekaburan norma sehingga menciptakan celah penegakan hukum yang signifikan, sehingga diperlukan langkah mendesak berupa harmonisasi regulasi melalui formulasi kebijakan hukum pidana yang lebih komprehensif guna memperkuat ketahanan siber nasional dan menjamin kepastian hukum yang utuh di ruang digital Indonesia. Kata Kunci: Ransomware, Hukum Positif Indonesia

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionNameNIP / NIDN
UNSPECIFIEDEfritadewi, AyuNIP. 19890609 201903 2 015
UNSPECIFIEDHarmain, IrfanNIP. 19940302 202406 1 003
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: user ilmuhukum
Date Deposited: 05 Feb 2026 01:10
Last Modified: 05 Feb 2026 01:10
URI: http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10766

Actions (login required)

View Item View Item