RAMADHAN, ANDRY HAFIZ and Setiawan, Azhari and Kaloko, Ilhamda Fattah (2026) IMPLIKASI PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) DALAM AUTONOMOUS WEAPON SYSTEM (AWS) TERHADAP PRINSIP PRECAUTION DAN COMMAND RESPONSIBILITY MENURUT HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
Andry_Hafiz_Ramadhan_2205040098_Ilmu Hukum - Cover.pdf - Published Version Download (774kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Andry_Hafiz_Ramadhan_2205040098_Ilmu Hukum - Abstrak.pdf - Published Version Download (358kB) |
|
|
Text (BAB1)
Andry_Hafiz_Ramadhan_2205040098_Ilmu Hukum - BAB I.pdf - Published Version Download (386kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Andry_Hafiz_Ramadhan_2205040098_Ilmu Hukum - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (350kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Andry_Hafiz_Ramadhan_220504098_Ilmu Hukum-Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi militer berbasis Artificial Intelligence (AI) telah mendorong penggunaan Autonomous Weapon System (AWS) yang mampu memilih dan menyerang sasaran tanpa keterlibatan langsung manusia. Fenomena ini menimbulkan tantangan serius terhadap penerapan prinsip-prinsip dasar Hukum Humaniter Internasional (HHI), khususnya prinsip precaution dan Command Responsibility. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi penggunaan AI dalam AWS terhadap keberlakuan dan efektivitas kedua prinsip tersebut dalam konteks legalisasi HHI. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, melalui kajian terhadap perjanjian internasional, hukum kebiasaan internasional, serta doktrin para ahli. Penelitian ini menggunakan teori legalisasi yang menitikberatkan pada tiga dimensi utama, yaitu Obligation, Precision, dan Delegation, untuk menilai kekuatan normatif prinsip precaution dan Command Responsibility dalam menghadapi perkembangan sistem senjata otonom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AWS berbasis AI berpotensi melemahkan penerapan prinsip precaution akibat berkurangnya kendali manusia yang bermakna dalam pengambilan keputusan militer. Selain itu, karakter otonom AWS menimbulkan kesenjangan akuntabilitas (Accountability gap) dalam penerapan prinsip Command Responsibility, karena kaburnya hubungan kausal antara perintah komandan dan tindakan sistem. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya reinterpretasi dan penguatan norma HHI agar tetap relevan dalam mengatur penggunaan teknologi militer berbasis AI, guna menjamin perlindungan warga sipil serta kepastian pertanggungjawaban hukum dalam konflik bersenjata modern.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum > 341 International Law/Hukum Internasional |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum | |||||||||
| Depositing User: | user ilmuhukum | |||||||||
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 04:06 | |||||||||
| Last Modified: | 05 Feb 2026 04:06 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10911 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
