NASUTION, MUHAMAD FARHAN and Efritadewi, Ayu and Syahputra, Irwandi (2026) FAKTOR PENDORONG RESIDIVIS NARKOTIKA (STUDI PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS IIA TANJUNGPINANG). S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
MUHAMMAD FARHAN NASUTION_190574201068_Ilmu Hukum-Cover.pdf - Published Version Download (508kB) |
|
|
Text (Abstrak)
MUHAMMAD FARHAN NASUTION_190574201068_Ilmu Hukum-Abstrak.pdf - Published Version Download (599kB) |
|
|
Text (Bab I)
MUHAMMAD FARHAN NASUTION_190574201068_Ilmu Hukum-Bab I.pdf - Published Version Download (721kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
MUHAMMAD FARHAN NASUTION_190574201068_Ilmu Hukum-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (547kB) |
|
|
Text (Full Teks)
MUHAMMAD FARHAN NASUTION_190574201068_Ilmu Hukum-Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Residivisme narkotika masih menjadi problem besar dalam sistem pemasyarakatan. Banyak mantan narapidana kembali melakukan pelanggaran akibat lemahnya konsep diri yang negatif serta minimnya dukungan sosial dan psikologis. Pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang tahun 2022-2025 terdata ada 204 residivis narkotika yang saat ini sedang berada dalam pembinaan, mereka sudah lebih dari 1 kali menjalani hukuman atas tindak pidana narkotika namun kembali dipidana karena kasus yang sama. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang menjadi pendorong residivis narkotika (Studi Pada Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang). Metode Penelitian yang penulis gunakan ialah pendekatan yuridis empiris sebagai pedoman untuk mengelola data yang diperoleh dari hasil wawancara bersama narasumber. Hasil penelitian ini ialah Fenomena residivisme narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang menegaskan bahwa tindak pidana narkotika bersifat berulang, dipengaruhi oleh latar belakang sosial ekonomi rendah, pendidikan terbatas, dan ketergantungan lama. Yang di mana faktor ekonomi (tekanan kemiskinan pasca bebas), lingkungan (jaringan pergaulan negatif), dan internal (kecanduan biologis psikologis) saling memperkuat. Program lembaga pemasyarakatan seperti rehabilitasi kepribadian dan kemandirian efektif secara internal, didukung koordinasi baik dengan kepolisian, namun gagal mengatasi kesenjangan eksternal seperti stigma masyarakat, minim pengawasan pemerintah setempat, dan akses pekerjaan terbatas. Akibatnya, Undang-Undang No. 35/2009 tentang Narkotika dan KUHP belum optimal memutus mata rantai residivisme, dengan relapse rate tinggi menandakan perlunya pendekatan holistik yang mengintegrasikan rehabilitasi medis sosial berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum 300. Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 362.293 Narcotics Problems/Permasalahan Narkotik, Narkoba, Narkotika dan Obat-obat Terlarang |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum | |||||||||
| Depositing User: | user ilmuhukum | |||||||||
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 07:45 | |||||||||
| Last Modified: | 04 Feb 2026 07:45 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10945 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
