AGATHA, TIARA RISKYA and Setiawan, Azhari and Riayadi, Sayed Fauzan (2026) TINJAUAN KONSEP BLUE CRIMINOLOGY DALAM UPAYA KEPOLISIAN DAERAH KEPULAUAN RIAU DALAM MENANGGULANGI PERDAGANGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (COVER)
TIARA RISKYA AGATHA_2105050060_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL-COVER.pdf.pdf - Published Version Download (1MB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
TIARA RISKYA AGATHA_2105050060_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL-ABSTRAK.pdf.pdf - Published Version Download (238kB) |
|
|
Text (BAB I)
TIARA RISKYA AGATHA_2105050060_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL-BAB I.pdf.pdf - Published Version Download (269kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
TIARA RISKYA AGATHA_2105050060_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL-DAFTAR PUSTAKA.pdf.pdf - Published Version Download (321kB) |
|
|
Text (Full Teks)
TIARA RISKYA AGATHA_2105050060_ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL-FULL TEKS.pdf.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini membahas penerapan konsep blue criminology dalam menganalisis upaya Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dalam menanggulangi tindak pidana perdagangan pekerja migran Indonesia (PMI) melalui jalur laut. Kepulauan Riau merupakan kawasan maritim strategis yang tinggi kerentanannya terhadap perdagangan manusia karena kondisi geografis kepulauan, banyaknya pelabuhan tidak resmi, serta kedekatan wilayah dengan Malaysia dan Singapura. Konsep blue criminology digunakan untuk memahami karakteristik kejahatan maritim yang bersifat lintas batas, adaptif, dan memanfaatkan ruang laut sebagai jalur kriminal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan mengolah data primer dan sekunder terkait kasus TPPO di Kepri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Polda Kepri menghadapi tantangan fragmentasi kelembagaan, keterbatasan pengawasan laut, serta adaptasi modus jaringan kriminal yang semakin kompleks, seperti perekrutan digital, penggunaan dokumen palsu, dan mobilisasi melalui “pelabuhan tikus.” Meskipun demikian, Polda Kepri telah melakukan berbagai upaya strategis, termasuk pembentukan gugus tugas TPPO, peningkatan patroli laut, sinergi antar-instansi, serta kerja sama dengan BP2MI dalam mencegah keberangkatan PMI ilegal. Analisis dengan kerangka blue criminology menegaskan bahwa efektivitas penanggulangan perdagangan pekerja migran memerlukan tata kelola keamanan maritim yang kolaboratif, integrasi sistem informasi, serta penguatan kapasitas aparat di wilayah perbatasan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan studi kejahatan maritim, sekaligus rekomendasi praktis bagi peningkatan strategi penegakan hukum Polda Kepri dalam menghadapi kejahatan transnasional di laut.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 303.6 Conflict Social/Konflik Sosial 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum > 345.02 Crimes/Kejahatan |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 06:24 | |||||||||
| Last Modified: | 05 Feb 2026 06:24 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10992 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
