JERIYAN, JERIYAN and Ma’mun, Asep and Kurniawati, Esty (2026) PEMETAAN SEBARAN DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN KARANG BERDASARKAN PARAMETER OSEANOGRAFI DI PERAIRAN PULAU KERDAU KABUPATEN NATUNA. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
JERIYAN_2102010031_Ilmu Kelautan_Cover.pdf Download (475kB) |
|
|
Text (Abstrak)
JERIYAN_2102010031_Ilmu Kelautan_Abstrak.pdf - Published Version Download (401kB) |
|
|
Text (BAB I)
JERIYAN_2102010031_Ilmu Kelautan_ BAB I.pdf - Published Version Download (319kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
JERIYAN_2102010031_Ilmu Kelautan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (466kB) |
|
|
Text (Full Teks)
JERIYAN_2102010031_Ilmu Kelautan_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Perairan Pulau Kerdau Kabupaten Natuna memiliki potensi sumber daya ikan karang yang tinggi karena didukung oleh ekosistem terumbu karang dan kondisi oseanografi yang dinamis, namun aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan masih dilakukan secara konvensional dan belum didukung informasi spasial daerah penangkapan ikan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan parameter oseanografi terhadap distribusi hasil tangkapan ikan karang serta memetakan daerah potensial penangkapan ikan menggunakan pendekatan penginderaan jauh dan analisis spasial. Penelitian dilaksanakan pada Juli–Agustus 2025 dengan menggunakan data suhu permukaan laut, salinitas, kecepatan arus, konsentrasi klorofil-a, tinggi muka laut, habitat bentik, dan data hasil tangkapan nelayan. Analisis dilakukan menggunakan Generalized Additive Model (GAM) untuk mengidentifikasi hubungan nonlinear antara parameter lingkungan dan hasil tangkapan, sedangkan pemetaan daerah potensial dilakukan menggunakan Habitat Suitability Index (HSI) menggunakan ArcGIS 10.8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik diperoleh dari kombinasi lima parameter oseanografi, yaitu suhu, salinitas, arus, klorofil-a, dan tinggi muka laut dengan nilai AIC sebesar 709,943 dan Contribution Deviance Explained (CDE) sebesar 73,21%. Kisaran kondisi lingkungan optimum bagi produktivitas tangkapan ikan karang berada pada suhu 29,7–31,0°C, arus 0,7–0,9 m/s, klorofil-a 0,2–0,6 mg/m³, salinitas 29,4–29,7 psu, dan tinggi muka laut 0,9–1,5 m. Hasil pemetaan HSI menunjukkan bahwa 61,40% titik penangkapan aktual berada pada zona potensial dengan nilai HSI ≥ 0,5, yang mengindikasikan bahwa pendekatan Habitat Suitability Index (HSI) memiliki tingkat akurasi yang cukup baik dalam memberikan informasi spasial untuk mengidentifikasi zona penangkapan ikan yang produktif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa distribusi ikan karang di Perairan Pulau Kerdau dipengaruhi oleh interaksi kompleks multi-parameter lingkungan, sedangkan hasil analisis GAM dan peta HSI dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam menentukan daerah penangkapan ikan yang potensial serta mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
