MANURUNG, GRACIA AKNES and Lestari, Febrianti and Yandri, Falmi (2026) STRATEGI PENGEMBANGAN EDU-EKOWISATA MANGROVE BERKELANJUTAN DI DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
Gracia Aknes Manurung_2202020034_Manajemen Sumberdaya Perairan_Cover.pdf - Published Version Download (333kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Gracia Aknes Manurung_2202020034_Manajemen Sumberdaya Perairan_Abstrak.pdf - Published Version Download (320kB) |
|
|
Text (BAB I)
Gracia Aknes Manurung_2202020034_Manajemen Sumberdaya Perairan_BAB I.pdf - Published Version Download (291kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Gracia Aknes Manurung_2202020034_Manajemen Sumberdaya Perairan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (267kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Gracia Aknes Manurung_2202020034_Manajemen Sumberdaya Perairan_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir sekaligus memiliki nilai ekonomi tinggi melalui pengembangan ekowisata berbasis konservasi. Desa Pengudang, Kabupaten Bintan, telah ditetapkan sebagai desa wisata edukasi konservasi dengan ekosistem mangrove yang masih terjaga dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekologi ekosistem mangrove, kondisi sosial budaya masyarakat, serta merumuskan strategi pengembangan edu-ekowisata mangrove berkelanjutan di Desa Pengudang, Kabupaten Bintan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2026 di Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, menggunakan metode survei. Pengumpulan data ekologi dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, sedangkan data sosial diperoleh melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan pendekatan Skala Likert dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove Desa Pengudang memiliki 10 jenis mangrove dengan tingkat kerapatan sangat padat, berkisar antara 3.200-3.600 individu per hektare, serta ketebalan vegetasi antara 72-101 meter, yang didukung oleh 14 jenis biota asosiasi dari kelompok mamalia, reptil, aves, krustasea, dan ikan. Dari sisi sosial, indeks persepsi masyarakat lokal terhadap pengembangan edu-ekowisata mencapai 90% dengan kategori sangat baik, sementara indeks persepsi pengunjung sebesar 80% dengan kategori baik. Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi pengembangan yang paling tepat adalah Strategi Agresif atau Growth-Oriented Strategy (S-O), yang mencakup empat strategi utama, yaitu: (1) pengembangan paket edu-ekowisata berbasis keanekaragaman hayati dan kearifan lokal; (2) pembangunan kemitraan strategis dengan lembaga pendidikan, pemerintah, dan pihak swasta selaku pemilik lahan; (3) peningkatan infrastruktur dan fasilitas penunjang edu-ekowisata; serta (4) peningkatan kapasitas kelompok masyarakat lokal melalui pelatihan dan promosi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa Desa Pengudang memiliki potensi ekologi dan sosial yang kuat untuk dikembangkan sebagai model edu-ekowisata mangrove berbasis masyarakat yang berkelanjutan, dengan syarat pengelolaan kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta dapat terus diterapkan secara konsisten.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 600. Teknologi dan Ilmu Terapan > 650 - 659 Management and Auxiliary Service (Manajemen dan Ilmu yang Berkaitan) | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user manajemenSP | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 03:43 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 03:43 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11353 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
