RISKY, MUHAMMAD and Prayetno, Eko and Apriansyah, Firman (2026) ANALISIS RISIKO KETERLAMBATAN PADA PROSES PRODUKSI OIL BARGE DITINJAU DARI PERAN PROJECT IN CHARGE MENGGUNAKAN METODE PFMEA DAN FTA. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
Muhammad_Risky_2201030045_Teknik_Perkapalan - Cover.pdf - Published Version Download (520kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Muhammad_Risky_2201030045_Teknik_Perkapalan - Abstrak.pdf - Published Version Download (186kB) |
|
|
Text (BAB I)
Muhammad_Risky_2201030045_Teknik_Perkapalan - BAB I.pdf - Published Version Download (205kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Muhammad_Risky_2201030045_Teknik_Perkapalan - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (176kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Muhammad_Risky_2201030045_Teknik_Perkapalan - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memprioritaskan risiko keterlambatan pada proses produksi Oil barge, menganalisis akar penyebab risiko prioritas, serta merumuskan mitigasi operasional bagi Project In Charge. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada responden yang terlibat langsung dalam proses produksi kapal. Analisis dilakukan menggunakan Process Failure Mode and Effect Analysis untuk menilai severity, occurrence, dan detection serta menghitung Risk Priority Number, kemudian Fault Tree Analysis digunakan untuk menelusuri akar penyebab risiko prioritas. Hasil penelitian mengidentifikasi 23 mode kegagalan pada aspek engineering, pengadaan material, dan produksi. Empat risiko prioritas adalah keterlambatan kedatangan bahan material dengan RPN 341,3, perubahan desain 247,5, kekurangan tenaga kerja 226,9, dan keterlambatan kedatangan komponen 208,0. Analisis akar penyebab menunjukkan bahwa keterlambatan dipengaruhi oleh spesifikasi dan desain yang belum final, ketidaktepatan data teknis, kendala pemasok dan pengiriman, ketidaksiapan material atau komponen, perencanaan tenaga kerja yang kurang akurat, serta keterbatasan peralatan. Mitigasi diarahkan pada pengendalian perubahan desain, integrasi jadwal material dengan jadwal produksi, pemantauan pengadaan, pengaturan tenaga kerja, kesiapan peralatan, dan pelaporan progres harian. Penerapan PFMEA dan FTA membantu Project In Charge menetapkan prioritas pengendalian dan menekan potensi keterlambatan proyek. Kata kunci: Keterlambatan Produksi, Oil barge, PFMEA, FTA, Project In Charge.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Perkapalan | |||||||||
| Depositing User: | user teknikperkapalan | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 06:20 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Jul 2026 06:20 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11398 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
