DONA RAPITASARI, WAN and Yolanda Yahya, Glory and Asyikin, Azrul (2026) KERJASAMA EKONOMI DIGITAL ASEAN MELALUI DIGITAL ECONOMY FRAMEWORK AGREEMENT (DEFA): PELUANG DAN TANTANGAN BAGI INDONESIA. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
WAN_DONA_RAPITASARI_Ilmu Hubungan Internasional_Cover.pdf - Published Version Download (926kB) |
|
|
Text (Abstrak)
WAN_DONA_RAPITASARI_Ilmu Hubungan Internasional_Abstrak.pdf - Published Version Download (459kB) |
|
|
Text (Bab I)
WAN_DONA_RAPITASARI_Ilmu Hubungan Internasional_Bab I.pdf - Published Version Download (472kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
WAN_DONA_RAPITASARI_Ilmu Hubungan Internasional_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (630kB) |
|
|
Text (Full Teks)
WAN_DONA_RAPITASARI_Ilmu Hubungan Internasional_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan ekonomi digital di kawasan ASEAN mendorong pembentukan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) sebagai kerangka kerja sama regional untuk mengharmonisasikan kebijakan digital, memperkuat perdagangan digital, serta meningkatkan integrasi ekonomi kawasan. Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperoleh manfaat dari DEFA, namun juga menghadapi berbagai tantangan dalam penyesuaian regulasi, keamanan siber, perlindungan data pribadi, serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang strategis dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam keterlibatannya pada ASEAN DEFA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka terhadap buku, jurnal ilmiah, dokumen resmi ASEAN, laporan lembaga internasional, serta berbagai publikasi yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DEFA memberikan peluang bagi Indonesia dalam memperluas akses pasar digital regional, meningkatkan investasi digital, memperkuat daya saing UMKM, mendorong interoperabilitas sistem digital, serta mempercepat transformasi ekonomi nasional. Namun demikian, implementasi DEFA juga menghadirkan tantangan berupa harmonisasi regulasi nasional dengan standar regional, penguatan keamanan siber, perlindungan data pribadi, kesenjangan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital, serta kebutuhan menjaga kedaulatan digital (digital sovereignty). Oleh karena itu, keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan DEFA sangat bergantung pada kesiapan kebijakan nasional, penguatan kapasitas digital, serta kemampuan menyeimbangkan kepentingan integrasi ekonomi regional dengan kepentingan nasional. Kata Kunci: ASEAN, Digital Economy Framework Agreement (DEFA), ekonomi digital, kerja sama regional, Indonesia, digital sovereignty
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 04:26 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 04:26 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11888 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
