LUTFHI AZIDAN, FARHAN and Rahmawati, Nanik and Igiasi, Teguh Setiandika (2019) TRADISI LAMPU CANGKOK DI KECAMATAN MERAL KABUPATEN KARIMUN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
Farhan Lutfhi Azidan_2105030043_Sosiologi-Cover.pdf Download (430kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Farhan Lutfhi Azidan_2105030043_Sosiologi-Abstrak.pdf - Published Version Download (385kB) |
|
|
Text (BAB I)
Farhan Lutfhi Azidan_2105030043_Sosiologi-BAB I.pdf - Published Version Download (568kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Farhan Lutfhi Azidan_2105030043_Sosiologi-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (355kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Farhan Lutfhi Azidan_2105030043_Sosiologi-Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Tradisi lampu cangkok merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Melayu yang biasanya dilaksanakan setiap malam ke-27 Ramadan (malam 7 likur) di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun. Seiring perkembangan teknologi, perubahan pola hidup masyarakat, serta beralihnya penggunaan lampu minyak ke lampu elektrik, keberadaan tradisi ini menghadapi berbagai tantangan dalam pelestariannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tradisi lampu cangkok melalui perspektif Teori Morfogenesis Margaret Archer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi dalam penelitian ini berada di Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun. Informan dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi lampu cangkok memiliki makna religius sebagai bentuk penyambutan malam ke-27 Ramadan, makna sosial sebagai media mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat, serta makna budaya sebagai simbol identitas masyarakat Melayu yang diwariskan secara turuntemurun. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi lampu cangkok tetap memiliki makna yang kuat bagi masyarakat Kecamatan Meral sebagai identitas budaya, sarana memperkuat solidaritas sosial, dan wujud penghormatan terhadap nilai-nilai religius. Meskipun mengalami penyesuaian dalam pelaksanaannya, tradisi ini tetap dipertahankan melalui peran aktif masyarakat, Lembaga Adat Melayu, dan Pemerintah Kabupaten Karimun dalam upaya pelestarian budaya. Kata Kunci: Tradisi Lampu Cangkok, Malam 7 Likur, Masyarakat Melayu, Morfogenesis, Margaret Archer
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 390. Adat Istiadat, Etiket, Folklor > 390.0072 Research Methods/Metode Riset Penelitian tentang Adat Istiadat dan Kebiasaan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi | |||||||||
| Depositing User: | user sosiologi | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 06:24 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 06:24 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11984 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
