DINDA NODORI, AGRA and Prastya, Imam Yudhi and Azizi, Okky Rizki (2026) ANALISIS KELEMBAGAAN PENGELOLAAN SAMPAH PADA TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH REDUCE, REUSE, RECYCLE STUDI KASUS PULAU PENYENGAT. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
AGRA DINDA NODORI_2205020078_Ilmu Administrasi Negara - Cover.pdf - Published Version Download (681kB) |
|
|
Text (Abstrak)
AGRA DINDA NODORI_2205020078_Ilmu Administrasi Negara - Abstrak.pdf - Published Version Download (218kB) |
|
|
Text (BAB I)
AGRA DINDA NODORI_2205020078_Ilmu Administrasi Negara - BAB I.pdf - Published Version Download (213kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
AGRA DINDA NODORI_2205020078_Ilmu Administrasi Negara - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (209kB) |
|
|
Text (Full Teks)
AGRA DINDA NODORI_2205020078_Ilmu Administrasi Negara - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pengelolaan sampah di wilayah kepulauan kecil pariwisata cagar budaya menghadapi tantangan kelembagaan yang lebih kompleks dibandingkan kawasan perkotaan daratan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelembagaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada penggunaan kerangka Institutional Analysis and Development (IAD) Elinor Ostrom sebagai pisau analisis utama untuk membedah interaksi aturan, aktor, dan lingkungan, yang secara eksplisit dikaitkan dengan perspektif Integrated Solid Waste Management (ISWM). Melalui metode kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal, data dikumpulkan dari wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen terhadap Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pengelola TPS3R, pekerja operasional, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel eksogen di Pulau Penyengat sangat lemah, rules-in-use didominasi aturan informal tanpa Standar Operasional Prosedur (SOP) dan iuran retribusi, kondisi biofisik tidak memadai akibat kapasitas insinerator yang rendah, tidak terpakainya mesin pencacah, dan petugas yang seluruhnya berusia lanjut, serta atribut komunitas yang enggan melakukan pemilahan sampah mandiri (co-production). Hal ini menciptakan arena tindakan tata kelola campuran (mixed governance) yang asimetris. Di satu sisi, interaksi dengan sektor informal (pengepul swasta) berjalan intensif melalui mekanisme co-production yang menjadi penopang ekonomi fasilitas di luar pencatatan negara. Namun di sisi hulu, interaksi dengan warga mengalami kebuntuan. Akibatnya, outcome pengelolaan sampah menghasilkan capaian yang bertolak belakang, berhasil secara sosial-konservasi menjaga kebersihan laut dan pesisir, namun gagal secara teknis-kuantitatif dalam mencapai target 3R nasional (SIPSN).
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 350 Public Administration/Administrasi Negara 300. Ilmu Sosial > 350 Public Administration/Administrasi Negara > 352.14 Local Administration, Provinces/Administrasi Lokal, Provinsi |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Administrasi Negara | |||||||||
| Depositing User: | user IAN | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 05:06 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 05:06 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/12164 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
