FRANSISCO, ANGGRAHENI JUWITA and Wahyuni, Sri and Solina, Emmy (2026) PERSEPSI TURIS MANCANEGARA DALAM MENGUNJUNGI KOMPLEKS MAKAM MARHUM BUKIT BATU DI DESA BINTAN BUYU. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
ANGGRAHENI_JUWITA_FRANSISCO_2205030063_Sosiologi - Cover.pdf - Published Version Download (832kB) |
|
|
Text (Abstrak)
ANGGRAHENI_JUWITA_FRANSISCO_2205030063_Sosiologi - Abstrak.pdf - Published Version Download (183kB) |
|
|
Text (Bab I)
ANGGRAHENI_JUWITA_FRANSISCO_2205030063_Sosiologi - Bab 1.pdf - Published Version Download (255kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
ANGGRAHENI_JUWITA_FRANSISCO_2205030063_Sosiologi - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (177kB) |
|
|
Text (Full Teks)
ANGGRAHENI_JUWITA_FRANSISCO_2205030063_Sosiologi - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi turis mancanegara dalam mengunjungi Kompleks Makam Marhum Bukit Batu di Desa Bintan Buyu, Kabupaten Bintan. Kompleks makam bersejarah abad ke-12 ini menyimpan nilai historis Kerajaan Bintan awal sekaligus menjadi ruang interaksi antara warisan budaya lokal dan pariwisata internasional. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka teori Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer, data dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling yang berfokus pada turis mancanegara, juru kunci, pemandu wisata dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi turis tidak terbentuk secara spontan, melainkan diproduksi melalui proses interpretasi simbol-simbol budaya yang ditemui di lokasi. Berdasarkan premis Interaksionisme Simbolik, makna dibentuk melalui interaksi sosial antara turis dengan juru kunci dan juru kunci, pemandu wisata, serta tokoh masyarakat yang bertindak sebagai agen penyampai narasi sejarah. Turis dari rumpun Melayu (Malaysia dan Singapura) mengonstruksi situs ini sebagai simbol identitas kolektif dan ikatan historis-emosional (zuriat) dengan Kesultanan Johor-Bintan-Riau-Lingga. Sementara itu, turis non-rumpun Melayu memproses informasi budaya tersebut menjadi makna kognitif-akademis sebagai objek warisan sejarah (cultural heritage). Interaksi sosial dengan juru kunci, pemandu wisata, dan tokoh masyarakat menjadi instrumen penting yang membimbing proses penafsiran turis, sehingga mampu mengarahkan pengalaman fisik menjadi pemahaman simbolik yang mendalam terhadap tradisi warisan budaya lokal (living heritage). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompleks Makam Marhum Bukit Batu telah mengalami rekonstruksi dari sekadar situs pemakaman pasif menjadi ruang sosial-kultural yang aktif dalam merawat memori kolektif lintas bangsa. Kata Kunci: Persepsi Turis, Makna Simbolik, Wisata Religi, Makam Marhum Bukit Batu.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 303.6 Conflict Social/Konflik Sosial | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi | |||||||||
| Depositing User: | user sosiologi | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 06:57 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 06:57 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/12208 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
