WAHYUNI, SRI and Husna, Asmaul and Fatahurrazak, Fatahurrazak (2026) ANALISIS AKUNTANSI LINGKUNGAN DAN KESESUAIANNYA DENGAN STANDAR GLOBAL REPORTING INITIATIVE (GRI) PADA PERUSAHAAN MIGAS DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2022-2024. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (COVER)
SRI_WAHYUNI_190462201012_Akuntansi - Cover.pdf - Published Version Download (766kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
SRI_WAHYUNI_190462201012_Akuntansi - Abstrak.pdf - Published Version Download (782kB) |
|
|
Text (BAB I)
SRI_WAHYUNI_190462201012_Akuntansi - Bab I.pdf - Published Version Download (347kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
SRI_WAHYUNI_190462201012_Akuntansi - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (964kB) |
|
|
Text (FULL TEKS)
SRI_WAHYUNI_190462201012_Akuntansi - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah akuntansi lingkungan pada Perusahaan Migas di Bursa Efek Indonesia dilakukan dengan baik, bentuk akuntansi lingkungan, dan penerapan akuntansi lingkungan sesuai dengan standar global reporting initiative (GRI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan content analysis terhadap laporan keberlanjutan (sustainability report) dan laporan tahunan (annual report) delapan perusahaan, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Elnusa Tbk (ELSA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS), PT Super Energy Tbk (SURE), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), dan PT Mitra Investindo Tbk (MITI). Pengukuran tingkat pengungkapan dilakukan menggunakan metode skoring, yaitu skor 1 apabila indikator GRI 300 diungkapkan dan skor 0 apabila tidak diungkapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi lingkungan pada perusahaan migas di BEI masih didominasi oleh pengungkapan kinerja lingkungan dibandingkan pengungkapan biaya lingkungan dalam bentuk moneter. Sebagian besar perusahaan telah mengungkapkan indikator energi, air, emisi, dan limbah, sedangkan indikator material, keanekaragaman hayati, kepatuhan lingkungan, dan penilaian lingkungan pemasok masih relatif rendah. AKRA memperoleh tingkat pengungkapan tertinggi dengan indeks sebesar 75%, diikuti MEDC, ESSA, dan SURE sebesar 62,5%, ELSA sebesar 50%, sedangkan ENRG, RUIS, dan MITI memiliki tingkat pengungkapan yang lebih rendah. Selain itu, hanya RUIS yang secara rinci mengungkapkan biaya lingkungan dalam bentuk nominal, sedangkan perusahaan lainnya lebih banyak menyajikan informasi mengenai program dan aktivitas pengelolaan lingkungan tanpa mengungkapkan besarnya biaya yang dikeluarkan. Penerapan akuntansi lingkungan pada perusahaan migas di Bursa Efek Indonesia telah mengarah pada penerapan prinsip keberlanjutan dan pelaporan sesuai Standar GRI, namun belum dilaksanakan secara optimal. Perusahaan masih perlu meningkatkan transparansi, terutama dalam pengungkapan biaya lingkungan secara moneter dan pemenuhan seluruh indikator GRI 300 agar informasi yang disampaikan menjadi lebih komprehensif serta mampu memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan. Kata kunci: akuntansi lingkungan, GRI 300, Sustaibility report, biaya lingkungan
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi > 332 Financial Economics, Finance/Ekonomi Keuangan dan Finansial, Ekonomi Biaya dan Pembiayaan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Program Studi Akuntansi | |||||||||
| Depositing User: | user akutansi | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 07:10 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2026 07:10 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/12528 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
