Prayoga, Andika Rizki and Anggraini, Rika and Idris, Fadhliyah (2025) STRUKTUR KOMUNITAS BIVALVIA DI WILAYAH PESISIR BERAKIT KABUPATEN BINTAN, KEPULAUAN RIAU. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (cover)
Andika Rizki Prayoga_2002010020_Ilmu Kelautan_Cover.pdf - Published Version Download (823kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Andika Rizki Prayoga_2002010020_Ilmu Kelautan_Abstrak.pdf - Published Version Download (127kB) |
|
|
Text (BAB 1)
Andika Rizki Prayoga_2002010020_Ilmu Kelautan_Bab 1.pdf - Published Version Download (129kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Andika Rizki Prayoga_2002010020_Ilmu Kelautan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (297kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Andika Rizki Prayoga_2002010020_Ilmu Kelautan_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Bivalvia atau yang biasa dikenal sebagai kerang-kerangan, merupakan biota yang biasa hidup menetap di permukaan dan didalam substrat perairan dan memiliki bentuk simetris bilateral. Desa Berakit yang terletak paling ujung di pesisir timur Pulau Bintan memiliki wilayah pesisir yang masih terjaga dan biota yang melimpah salah satunya bivalvia. Bivalvia yang berada di Berakit banyak dimanfaatkan oleh warga setempat yang berpotensi menurunkan populasi bivalvia yang ada pada kawasan ini. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis struktur komunitas, kepadatan bivalvia, parameter perairan serta hubungan antara bivalvia dengan parameter lingkungan yang berada di Berakit. Penelitian ini dilakukan pada Oktober 2024 dengan metode purposive sampling penentuan stasiunnya dan menggukanan transek garis yang terdiri dari 3 stasiun penelitian. Transek akan di tarik sepanjang 100 meter dari batas pasang tertinggi dan dilakukan pada saat surut. Adapun parameter lingkungan yang di ambil yaitu suhu, salinitas,DO, pH yang diambil pada saat pasang tertinggi dan sedimen pada saat surut. Dari analisis parameter lingkungankondisinya stabil dan masih dalam standar baku mutu. Pada saat pengambilan parameter lingkungan ini dilakukan pada saat hujan. Untuk jenis bivalvianya terdapat 6 jenis dan yang paling banyak ditemukan yaitu Gafrarium tumidum dengan total 66 individupaling terendah yaitu Anadara antiquata dengan total 3 individu. Kepadatan tertinggi di stasiun 3 yaitu 1.78 ind/m² dan terendah stasiun 2 yaitu 0.15 ind/m². Indeks keanekaragaman bivalvia pada stasiun 1 dikategorikan rendah sedangkan pada stasiun 2 dan 3 dikategorikan sedang. Indeks keseragaman pada masing-masing stasiun masuk dalam kategori tinggi dan indeks dominansi rendah disetiap stasiunnya. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa pasir kasar, kerikil, kerikil halus, C-organik, DO, dan pH merupakan parameter perairan yang memberikan pengaruh positif terhadap tingginya kepadatan bivalvia di wilayah pesisir Berakit
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 530 Physics/Fisika 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 540 Kimia 500. Ilmu-ilmu Alam dan Matematika > 570. Biologi |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Ilmu kelautan | |||||||||
| Depositing User: | user ilmukelautan | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Feb 2025 04:34 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Feb 2025 04:34 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/8581 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
