PRATAMA, AGUNG and Fauzan Riyadi, Sayed and Kustiawan, Kustiawan (2025) KAPASITAS PARADIPLOMASI PEMERINTAH DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU DALAM DELIMITASI PERBATASAN MARITIM: STUDI KASUS MERCUSUAR KARANG SINGA TAHUN 2021-2024. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
AGUNG PRATAMA_2005050001_Ilmu Hubungan Internasional_Cover.pdf - Published Version Download (555kB) |
|
|
Text (Abstrak)
AGUNG PRATAMA_2005050001_Ilmu Hubungan Internasional_Abstrak.pdf - Published Version Download (65kB) |
|
|
Text (BAB I)
AGUNG PRATAMA_2005050001_Ilmu Hubungan Internasional_BAB I.pdf - Published Version Download (219kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
AGUNG PRATAMA_2005050001_Ilmu Hubungan Internasional_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (108kB) |
|
|
Text (Full Teks)
AGUNG PRATAMA_2005050001_Ilmu Hubungan Internasional_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Mercusuar merupakan bangunan yang dibuat khusus untuk memancarkan cahaya, karang singa salah satu simbol fisik yang penting dalam menjaga dan menegaskan kedaulatan wilayah. Deliimitasi adalah proses penentuan batas wilayah atau geografis yang memisahkan dua negara atau lebih. Keamanan maritim merupakan aspek penting dalam menjaga landasan kesejahteraan dan kedaulatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kapasitas paradiplomasi pemerintah Provinsi kepulauan riau dalam melakukan perundingan dan kordinasi terkait delimitasi perbatasan maritim. Teori kapasitas paradiplomasi adalah kerjasama global tingkat lokal yang memiliki dampak positif, dengan adanya globalisasi otoritas supranasional muncul dengan peran penting dalam teroi hubungan internasional.Metode yang peneliti menggunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dikarenakan untuk mendapat data maupun fakta dari lapangan terkait dengan penelitiankepentingan regional dapat berpartisipasi dalam perundingan tersebut. Dari hasil penelitian telah dijelaskan pada kerjasama melibatkan pengamanan batas maritim Indonesia, terutama dalam delimitasi teritorial antara Indonesia dan Singapura. Mercusuar Karang Singa dibangun untuk menegaskan kedaulatan Indonesia atas wilayah terluar ini, yang berlokasi strategis di dekat negara-negara tetangga ini. pada penguatan klaim teritorial Indonesia dan pengamanan batas maritim. Jadi kesimpulan pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau masih perlu ditingkatkan melalui kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah pusat dan peningkatan sumber daya manusia serta infrastruktur kelembagaan, guna menghadapi tantangan diplomasi maritim di masa depan. Kata Kunci: Delimitasi Perbatasan Maritim. Pemerintah Daerah. Mercusuar karang Singa
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Feb 2025 07:19 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Feb 2025 07:19 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/8750 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
