Search for collections on Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji

ANALISIS YURIDIS PENETAPAN HAK ASUH ANAK DIBAWAH UMUR KEPADA AYAH PASCA PERCERAIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 100/PDT.G/2020/PN.TPG)

MAISAH, MAISAH and Nuraini, Lia and Efritadewi, Ayu (2025) ANALISIS YURIDIS PENETAPAN HAK ASUH ANAK DIBAWAH UMUR KEPADA AYAH PASCA PERCERAIAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 100/PDT.G/2020/PN.TPG). S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

[img] Text (Cover)
MAISAH_2005040017_Ilmu Hukum_Cover.pdf - Published Version

Download (359kB)
[img] Text (Abstrak)
MAISAH_2005040017_Ilmu Hukum_Abstrak.pdf - Published Version

Download (80kB)
[img] Text (BAB I)
MAISAH_2005040017_Ilmu Hukum_BAB I.pdf - Published Version

Download (117kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
MAISAH_2005040017_Ilmu Hukum_Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (112kB)
[img] Text (Full Teks)
MAISAH_2005040017_Ilmu Hukum_Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (843kB) | Request a copy
Official URL: https://lib.umrah.ac.id/

Abstract

Hingga saat ini UU Perkawinan , UU Perlindungan Anak, KUHPerdata sebagai peraturan yang mengatur terkait perkawinan dan perceraian bagi warga negara Indonesia beragama selain Islam tidak secara ekplisit mengatur peralihan hak asuh anak sesudah putusnya perkawinan dalam rumah tangga. Pengaturan hak serupa hanya tertuang dalam bentuk Yurisprudensi – Yurisprudensi MA, yang menitikberatkan penyerahan hak asuh anak dibawah umur diberikan pada Ibu dengan pertimbangan anak yang masih kecil masih membutuhkan perhatian dari ibunya. Hal ini menyebabkan peralihan pengasuhan anak masih pluralistik dalam pengambilan keputusannya. Salah satu contohnya terjadi pada Putusan No. 100/Pdt.G/2020/PN.Tpg yang memberikan hak asuh salah satu anak dibawah umur kepada Ayah. Metode penelitian yang digunakan di penelitian ini ialah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang – undangan (statue approach) serta pendekatan kasus (case approach). Penelitian ini menggunakan teori pertimbangan hakim guna memecahkan isu hukum yang dihadapi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan ini didasarkan pertimbangan yuridis yang didasarkan pada fakta – fakta yuridis yang terungkap selama persidangan yakni mempertimbangkan kekuasaan orang tua yang terbukti tidak dicabut selama persidangan maka sesuai dengan Pasal 45 ayat (2) UU Perkawinan Penggugat dan Tergugat wajib memelihara kedua anaknya hingga anak tersebut dewasa atau dapat berdiri sendiri. Pertimbangan hakim juga didasarkan pada pertimbangan non yuridis yang dengan tetap mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of child) mempertimbangkan bahwa hak asuh anak 1 diberikan kepada Penggugat selaku ayah kandung karena anak tersebut lebih dengan dengan Penggugat dan telah timggal bersama – sama dengan Penggugat selama proses perceraian berlangsung. Putusan hakim yang memilih menjatuhkan hak asuh anak 1 yang masih dibawah umur kepada Penggugat (ayah) karena telah tinggal bersama – sama dengannya tidak bertentangan dengan hukum yang ada namun perlu diingat bahwa ketiadaan peraturan perudang – udangan yang secara spesifik mengatur terkait penetapan hak asuh anak pasca perceraian bagi pasangan non- Muslim di Indonesia memberikan ruang diskresi yang luas kepada hakim. Hal ini menunjukkan fleksibilitas hukum di Indonesia namun juga menimbulkan potensi disparitas putusan di pengadilan yang tidak sesuai dengan tujuan hukum yakni untuk menciptakan suatu kepastian hukum. Kata Kunci : hak asuh anak, kepentingan terbaik bagi anak, pertimbangan hakim.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionNameNIP / NIDN
UNSPECIFIEDNuraini, LiaNIP.199007232019032015
UNSPECIFIEDEfritadewi, AyuNIP.198906092019032015
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: user ilmuhukum
Date Deposited: 10 Feb 2025 06:40
Last Modified: 10 Feb 2025 06:40
URI: http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/8755

Actions (login required)

View Item View Item