Search for collections on Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji

ANALISIS KEPASTIAN HUKUM JUAL BELI TERHADAP OBJEK JAMINAN FIDUSIA (STUDI PUTUSAN NOMOR 11/PDT.G.S/2024/PN TPG)

KEVIN, SANDRO and Nuraini, Lia and Irman, Irman (2025) ANALISIS KEPASTIAN HUKUM JUAL BELI TERHADAP OBJEK JAMINAN FIDUSIA (STUDI PUTUSAN NOMOR 11/PDT.G.S/2024/PN TPG). S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

[img] Text (Cover)
SANDRO KEVIN_2005040028_Ilmu Hukum_Cover.pdf

Download (609kB)
[img] Text (Abstrak)
SANDRO KEVIN_2005040028_Ilmu Hukum_Abstrak.pdf - Published Version

Download (192kB)
[img] Text (BAB I)
SANDRO KEVIN_2005040028_Ilmu Hukum_BAB I.pdf - Published Version

Download (198kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
SANDRO KEVIN_2005040028_Ilmu Hukum_Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (155kB)
[img] Text (Full Teks)
SANDRO KEVIN_2005040028_Ilmu Hukum_Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.umrah.ac.id/

Abstract

Perkara putusan No 11/Pdt.G.S/2024/PN tentang adanya jual beli yang objek bendanya telah dijaminkan pada jaminan fidusia. Kitab-Undang Undang Hukum Perdata Indoenesia melindungi prinsip hak dan kewajiban jual beli yang sudah diatur secara sempurna, tetapi pada praktiknya terkadang masih terdapat celah seperti munculnya masalah pada perkara ini. Penjual yang selaku sebagai debitur telah menjual mobil yang sudah menjadi objek jaminan fidusia kepada pembeli tanpa adanya perjanjian tertulis yang dilakukan debitur ke kreditur. Pembeli juga sudah melaksanakan kewajibannya untuk membayar akan tetapi hak milik mobil(BPKB) tersebut belum berpindah ke tanggannya yang menyebabkan adanya gugat-menggugat. Untuk itu, tujuan penelitian merupakan hasil akhir untuk melihat kepastian hukum jual beli yang objek kebendaanya telah menjadi jaminan fidusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis-normatif, dengan pendekatan menggunakan peraturan perundang-undangan dan studi kasus. Jual beli dalam perkara ini telah batal demi hukum karena melanggar suatu sebab yang halal karena Jaminan fidusia pada pasal 26 UUJF telah melarang menggalihkannya objek jaminan fidusia tanpa adanya persetujuan tertulis dari penerima fidusia. Atas permasalah tersebut hak fidusia di dahulukan(Hak prefent) karena dalam fidusia perjanjian fidusia merupakan perjanjian tambahan yang lahir karena adanya perjanjian kredit untuk bertujuan agar terlindungnya kreditur dari permasalahan lain dan adanya kekuatan hukum yang mutlak untuk tereksekusinya bila kreditur cidera janji. Kelalaian ini bisa menyebabkan tereksekusinya objek jaminan walau sudah berada di tangan siapapun walau tidak adanya hubungan hukum atas perjanjian pemberi fidusia kepada pemberi fidusia baru. Kata Kunci : Jual Beli, Jaminan Fidusia, Hak Milik.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionNameNIP / NIDN
UNSPECIFIEDNuraini, LiaNIP.19007232019032015
UNSPECIFIEDIrman, IrmanNIP.198812252019030101
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: user ilmuhukum
Date Deposited: 12 Feb 2025 07:28
Last Modified: 12 Feb 2025 07:28
URI: http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/8766

Actions (login required)

View Item View Item