ANITA, FAHRIANA NUR and Ramadhani, Setiawan and Firman, Firman (2025) PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BINTAN DALAM UPAYA REVITALISASI OBJEK WISATA (STUDI KASUS: MINI ZOO KIJANG KOTA). S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
FAHRIANA NUR ANITA_2105020021_Ilmu Administrasi Negara - Cover.pdf - Published Version Download (741kB) |
|
|
Text (Abstrak)
FAHRIANA NUR ANITA_2105020021_Ilmu Administrasi Negara - Abstrak.pdf - Published Version Download (281kB) |
|
|
Text (BAB I)
FAHRIANA NUR ANITA_2105020021_Ilmu Administrasi Negara - BAB I.pdf - Published Version Download (341kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
FAHRIANA NUR ANITA_2105020021_Ilmu Administrasi Negara - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (246kB) |
|
|
Text (Full Teks)
FAHRIANA NUR ANITA_2105020021_Ilmu Administrasi Negara - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Mini Zoo Kijang Kota merupakan salah satu objek wisata yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan. Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi Mini Zoo mengalami penurunan fungsi dan daya tarik, sehingga dilakukan upaya revitalisasi oleh pemerintah daerah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran DLH Kabupaten Bintan dalam upaya revitalisasi Mini Zoo Kijang Kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran DLH berdasarkan teori peran pemerintah dari Pitana dan Gayatri (2005:95) yang mencakup tiga indikator, yaitu sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DLH telah menjalankan ketiga peran tersebut. Sebagai motivator, DLH memberikan penugasan kepada Satgas untuk mengelola operasional Mini Zoo Kijang Kota, namun motivasi dan pembinaan yang diberikan masih terbatas. Di sisi lain, DLH juga menyelenggarakan kegiatan soft opening sebagai bentuk sosialisasi awal kepada masyarakat, namun belum dilanjutkan secara berkelanjutan. Sebagai fasilitator, DLH menyediakan sarana prasarana fisik serta kebutuhan operasional harian, meskipun masih menghadapi kendala dalam logistik dan pelatihan SDM. Sebagai dinamisator, DLH menggerakkan pelaksanaan revitalisasi melalui kerja sama dengan pihak ketiga dan pembentukan satgas, namun keterlibatan masyarakat dan promosi wisata masih terbatas. Revitalisasi juga menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan anggaran, cuaca, perizinan satwa, serta belum tuntasnya pemindahan aset. Kesimpulannya, peran DLH dalam revitalisasi Mini Zoo Kijang Kota telah berjalan, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek pendekatan yang lebih berkelanjutan, partisipatif, dan kolaboratif agar pengelolaan wisata dapat lebih optimal. Kata Kunci: Peran Pemerintah, Revitalisasi, Mini Zoo Kijang Kota, Objek Wisata
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 350 Public Administration/Administrasi Negara | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Administrasi Negara | |||||||||
| Depositing User: | user IAN | |||||||||
| Date Deposited: | 01 Aug 2025 03:14 | |||||||||
| Last Modified: | 01 Aug 2025 03:14 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9178 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
