WANATIRTA, BIMBI ADYTIA and Refly, Septia and Harahap, Basyaruddin Ismail (2025) STUDI KOMPARASI DAYA KELUARAN PANEL SURYA MONOKRISTALIN DAN POLIKRISTALIN DENGAN PENAMBAHAN REFLEKTOR DAN SISTEM PENDINGIN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
BIMBI ADYTIA WANATIRTA _2101010017_Teknik_Elektro dan Informatika_Cover.pdf - Published Version Download (392kB) |
|
|
Text (Abstrak)
BIMBI ADYTIA WANATIRTA _2101010017_Teknik_Elektro dan Informatika_Abstrak.pdf - Published Version Download (417kB) |
|
|
Text (BAB I)
BIMBI ADYTIA WANATIRTA _2101010017_Teknik_Elektro dan Informatika_BAB I.pdf - Published Version Download (738kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
BIMBI ADYTIA WANATIRTA _2101010017_Teknik_Elektro dan Informatika_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (355kB) |
|
|
Text (Full Teks)
BIMBI ADYTIA WANATIRTA _2101010017_Teknik_Elektro dan Informatika_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Panel surya dikategorikan menjadi dua jenis utama, yaitu monokristalin dan polikristalin, yang memiliki karakteristik efisiensi berbeda. Upaya peningkatan efisiensi daya panel surya dilakukan dengan menambahkan reflektor, namun peningkatan suhu yang ditimbulkan memerlukan tambahan pendingin pasif seperti heatsink. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja panel surya monokristalin dan polikristalin dengan perlakuan reflektor serta sistem pendingin pasif berupa heatsink. Sistem pemantauan menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan sensor tegangan, arus, dan suhu, serta pencatat data real-time. Selama tujuh hari pengujian, reflektor meningkatkan suhu panel secara signifikan, masing-masing hingga 66,12 ºC (monokristalin) dan 67,75 ºC (polikristalin). Panel monokristalin mencatat tegangan tertinggi sebesar 21,07 V, sedangkan polikristalin menghasilkan arus dan daya maksimum lebih tinggi, yakni 135,90 mA dan 2,85 W. Panel polikristalin menunjukkan efisiensi daya yang lebih stabil, dengan selisih rata-rata 3–7% lebih tinggi dibandingkan monokristalin. Daya median pada panel dengan perlakuan tercatat lebih rendah dibandingkan panel tanpa perlakuan, yang mengindikasikan bahwa perlakuan tidak memberikan peningkatan performa secara signifikan. Efisiensi suhu tercatat negatif dengan rata-rata sebesar -8 hingga -9%. Performa panel mengalami penurunan setelah suhu melampaui ambang batas, yaitu 45 derajat pada kondisi tanpa perlakuan dan 50 hingga 52 derajat pada kondisi dengan perlakuan. Penurunan tegangan dan arus mulai terlihat pada suhu 45,44 derajat untuk monokristalin tanpa perlakuan, 50,25 derajat untuk monokristalin dengan perlakuan, serta 44,50 dan 52,38 derajat untuk polikristalin. Selain faktor suhu, bayangan parsial yang dihasilkan oleh posisi reflektor juga turut berkontribusi terhadap penurunan daya, khususnya pada panel dengan perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa reflektor dengan pendingin pasif belum efektif dalam meningkatkan kinerja panel, bahkan cenderung menurunkannya.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum > 000. Ilmu Umum dan Komputer > 005.1.Pemrograman | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > Program Studi Teknik Elektro | |||||||||
| Depositing User: | user Teknik Elektro | |||||||||
| Date Deposited: | 29 Jul 2025 04:10 | |||||||||
| Last Modified: | 29 Jul 2025 04:10 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9210 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
