TARIGAN, GUNA PINDONTA and Muzahar, Muzahar and Okto Rimandi, Bakkara (2025) PENGARUH PENAMBAHAN SARI NANAS (ANANAS COMOSUS) PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (CHERAX QUADRICARINATUS). S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
GUNA PINDONTA TARIGAN_180254243001_Budidaya Perairan - Cover.pdf - Published Version Download (803kB) |
|
|
Text (Abstrak)
GUNA PINDONTA TARIGAN_180254243001_Budidaya Perairan - Abstrak.pdf - Published Version Download (363kB) |
|
|
Text (BAB I)
GUNA PINDONTA TARIGAN_180254243001_Budidaya Perairan - BAB I.pdf - Published Version Download (567kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
GUNA PINDONTA TARIGAN_180254243001_Budidaya Perairan - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (544kB) |
|
|
Text (Full Teks)
GUNA PINDONTA TARIGAN_180254243001_Budidaya Perairan - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), merupakan komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Kendala dalam budidaya lobster salah satunya adalah pertumbuhannya yang cukup lama. Upaya untuk mempercepat pertumbuhan lobster bisa dilakukan dengan penambahan enzim, yaitu enzim bromelin untuk mempercepat proses pencernaan dalam tubuh. Kandungan bromelin dapat ditemukan pada buah nanas yang memiliki sifat proteolitik yang bisa menghidrolisis protein. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan sari nanas terhadap pertumbuhan lobster air tawar (C.quadricarinatus), dan Menentukan dosis terbaik dalam pemberian sari nanas terhadap pertumbuhan lobster air tawar (C.quadricarinatus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan ini terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu terdiri dari Perlakuan Kontrol (A): Pemberian pakan tanpa nanas, Perlakuan B: Pemberian sari nanas sebanyak 0,4 mL/100 gr pakan Perlakuan C: Pemberian sari nanas sebanyak0,6mL/100 gr pakan, dan Perlakuan D: Pemberian sari nanas sebanyak 0,8mL/100 gr pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup tidak berbeda signifikan, tetapi berbeda signifikan terhadap parameter bobot mutlak pada perlakuan C 5,29, perhitungan bobot harian pada perlakuan C 0,09, frekuensi pemberian pakan pada perlakuan C 4,72, efesiensi pakan pada perlakuan C 21,28.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
