SIMANJUNTAK, DESTRI and Febrianti, Lestari and Deni, Sabriyati (2025) PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN KONDISI TANGKAPAN AIR DI DAS GALANG, PULAU GALANG, KEPULAUAN RIAU. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
DESTRI SIMANJUNTAK _2102020003_Manajemen Sumberdaya Perairan_Cover.pdf - Published Version Download (888kB) |
|
|
Text (Abstrak)
DESTRI SIMANJUNTAK_2102020003_Manajemen Sumberdaya Perairan_Abstrak.pdf - Published Version Download (136kB) |
|
|
Text (BAB I)
DESTRI SIMANJUNTAK _2102020003_Manajemen Sumberdaya Perairan_BAB I.pdf - Published Version Download (56kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
DESTRI SIMANJUNTAK _2102020003_Manajemen Sumberdaya Perairan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (147kB) |
|
|
Text (Full Teks)
DESTRI SIMANJUNTAK_2102020003_Manajemen Sumberdaya Perairan_Full Teks..pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Perubahan tutupan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Galang, Pulau Galang, Kepulauan Riau, memberikan dampak signifikan terhadap kondisi hidrologi wilayah, khususnya dalam hal kemampuan tangkapan air dan peningkatan limpasan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan antara tahun 2019 dan 2024 serta mengevaluasi kondisi tangkapan air berdasarkan parameter curah hujan dan jenis tanah. Metode yang digunakan mencakup analisis spasial dengan memanfaatkan Citra Landsat 8 OLI dan klasifikasi Supervised Classification menggunakan pendekatan Maximum Likelihood, serta analisis kuantitatif yang menggabungkan data curah hujan dan jenis tanah. Data curah hujan diperoleh dari tiga stasiun meteorologi terdekat dan dihitung menggunakan metode Polygon Thiessen untuk menentukan rata-rata distribusi spasial hujan. Jenis tanah diklasifikasikan berdasarkan tingkat permeabilitas dan dikelompokkan dalam Hydrologic Soil Group (HSG), sedangkan perhitungan limpasan menggunakan metode Curve Number (CN). Hasil penelitian menunjukkan penurunan luas lahan pertanian dari 40,47% menjadi 10,48%, serta peningkatan luas tubuh air dari 10,18% menjadi 29,21%, yang terkait dengan pembangunan Bendungan Sei Gong. Curah hujan meningkat signifikan dari 2.215,27 mm pada 2019 menjadi 3.156,96 mm pada 2024. Kombinasi curah hujan tinggi, jenis tanah berinfiltrasi rendah (Oksisol Kromik dan Podsolik Kromik), dan dominasi lahan dengan nilai CN tinggi (80–100), menyebabkan peningkatan limpasan permukaan dari 11,03 mm menjadi 16,94 mm, yang menunjukkan berkurangnya efektivitas tangkapan air di wilayah tersebut.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 600. Teknologi dan Ilmu Terapan > 650 - 659 Management and Auxiliary Service (Manajemen dan Ilmu yang Berkaitan) | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user manajemenSP | |||||||||
| Date Deposited: | 08 Aug 2025 02:45 | |||||||||
| Last Modified: | 08 Aug 2025 02:45 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9675 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
