OMPUSUNGGU, PUTRI and Febrianti, Lestari and Deni, Sabriyati (2025) PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN KONDISI TANGKAPAN AIR DI DAS DURIANGKANG KOTA BATAM. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
PUTRI JUNIATY BR OMPUSUNGGU_2102020022_Manajemen Sumberdaya Perairan_Cover.pdf - Published Version Download (751kB) |
|
|
Text (Abstrak)
PUTRI JUNIATY BR OMPUSUNGGU_2102020022_Manajemen Sumberdaya Perairan_Abstrak.pdf - Published Version Download (86kB) |
|
|
Text (BAB I)
PUTRI JUNIATY BR OMPUSUNGGU_2102020022_Manajemen Sumberdaya Perairan_BAB I.pdf - Published Version Download (58kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
PUTRI JUNIATY BR OMPUSUNGGU_2102020022_Manajemen Sumberdaya Perairan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (108kB) |
|
|
Text (Full Teks)
PUTRI JUNIATY BR OMPUSUNGGU_2102020022_Manajemen Sumberdaya Perairan_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kota Batam sebagai wilayah kepulauan mengalami pertumbuhan pesat di sektor industri dan pemukiman, namun menghadapi tantangan besar dalam ketersediaan air baku. Waduk Duriangkang menjadi sumber utama penyediaan air baku yang sangat bergantung pada kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Duriangkang sebagai daerah tangkapan air. Perubahan tutupan lahan akibat pembangunan berdampak signifikan terhadap kemampuan wilayah ini dalam menyerap dan menyimpan air hujan yang berpotensi menurunkan kualitas dan kuantitas tangkapan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan pada tahun 2019 dan 2024 serta mengevaluasi dampaknya terhadap kondisi tangkapan air dan besarnya limpasan permukaan. Metode yang digunakan mencakup analisis citra satelit Landsat 8 dengan klasifikasi terbimbing menggunakan algoritma Maximum Likelihood, perhitungan curah hujan dengan metode Thiessen Polygon, klasifikasi jenis tanah ke dalam Hydrologic Soil Group (HSG), dan analisis limpasan permukaan dengan metode Soil Conservation Service Curve Number (SCS-CN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan permukiman mengalami penurunan dari 2.153,07 ha menjadi 1.404,09 ha, dan lahan pertanian lahan kering hilang sepenuhnya. Sebaliknya, vegetasi alami meningkat, seperti hutan sekunder (dari 1.019,34 ha menjadi 1.516,23 ha), semak belukar rawa (dari 799,11 ha menjadi 1.523,07 ha), serta munculnya hutan mangrove sekunder seluas 1.057,68 ha. Nilai Curve Number (CN) secara umum menurun, mengindikasikan peningkatan kapasitas infiltrasi tanah. Namun demikian, total limpasan permukaan justru meningkat dari 39,89 mm menjadi 58,78 mm karena dominasi lahan jenuh air dengan nilai CN tinggi seperti rawa, mangrove, dan badan air. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan luas vegetasi tidak selalu berarti berkurangnya limpasan, terutama jika jenis lahan yang bertambah adalah lahan dengan kejenuhan air tinggi. Oleh karena itu, pengelolaan DAS Duriangkang harus mempertimbangkan tidak hanya luasan tutupan vegetasi, tetapi juga jenis dan fungsi hidrologisnya dalam konteks pelestarian air baku di Kota Batam.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 600. Teknologi dan Ilmu Terapan > 650 - 659 Management and Auxiliary Service (Manajemen dan Ilmu yang Berkaitan) | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user manajemenSP | |||||||||
| Date Deposited: | 08 Aug 2025 02:43 | |||||||||
| Last Modified: | 08 Aug 2025 02:43 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9676 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
