SINURAT, PAULIN BERNADET and Irawan, Henky and Putri, Dwi Septiani (2025) EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK YANG BERBEDA UNTUK SUBSTITUSI UREA SEBAGAI SUMBER NITROGEN PADA NUTRIEN KULTUR Nannochloropsis sp. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
PAULIN BERNADET SINURAT_2102030027_Budidaya Perairan - Cover.pdf - Published Version Download (371kB) |
|
|
Text (Abstrak)
PAULIN BERNADET SINURAT_2102030027_Budidaya Perairan - Abstrak.pdf - Published Version Download (131kB) |
|
|
Text (BAB I)
PAULIN BERNADET SINURAT_2102030027_Budidaya Perairan - BAB I.pdf - Published Version Download (133kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
PAULIN BERNADET SINURAT_2102030027_Budidaya Perairan - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (275kB) |
|
|
Text (Full Teks)
PAULIN BERNADET SINURAT_2102030027_Budidaya Perairan - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Nitrogen adalah salah satu unsur hara esensial yang dibutuhkan Nannochloropsis sp., namun belum ada penentuan dosis pupuk berdasarkan sumber nitrogen pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk organik mampu menjadi substitusi urea pada nutrien kultur Nannochloropsis sp. dan mengetahui pupuk organik yang efektif digunakan sebagai sumber nitrogen untuk populasi sel Nannochloropsis sp.. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2025 di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan yaitu: Kontrol (50 mg/L Urea, Za, TSP, EDTA), perlakuan A (Kotoran kelelewar, Za, TSP, EDTA), perlakuan B (Kotoran burung puyuh, ZA, TSP, EDTA), perlakuan C (Kotoran burung walet, ZA, TSP, EDTA), masing-masing 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi kepadatan harian, puncak populasi, doubling time, intensitas cahaya dan kualitas air. Hasil menunjukkan selama 7 hari pemeliharaan kepadatan sel Nannochloropsis sp. tertinggi terdapat pada H-5 pemeliharaan dengan pertumbuhan tertinggi pada perlakuan B (kotoran burung puyuh) yaitu 23.193.055 sel/ml dengan doubling time tercepat yaitu 36,3 jam dan pertumbuhan terendah pada Kontrol yaitu 17.468.056 sel/ml dengan doubling time terlama yaitu 52,3 jam. Puncak populasi untuk kontrol dan semua perlakuan terdapat pada H-5 pemeliharaan. Intensitas cahaya selama penelitian berkisar 9.100 lux. Hasil ini menunjukkan bahwa pupuk kotoran kelelawar, kotoran burung puyuh dan kotoran burung walet mampu menjadi substitusi urea sebagai sumber nitrogen pada nutrien kultur Nannochloropsis sp. dan ketiga pupuk organik efektif digunakan sebagai sumber nitrogen untuk populasi sel Nannochloropsis sp..
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 600. Teknologi dan Ilmu Terapan > 630-639. Pertanian, Budidaya Ikan, dan Teknologi yang Berkaitan > 639.32 Fish Culture in Salt Water/Peternakan Ikan Air Asin dan Air Payau | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Budidaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user BDP | |||||||||
| Date Deposited: | 07 Aug 2025 02:38 | |||||||||
| Last Modified: | 07 Aug 2025 02:38 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9694 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
