SEPTI YENDRI, HAFIANI and Dian Prima, Safitri and Okky Rizki, Azizi (2025) ANALISIS NETWORK GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN PENCEMARAN TUMPAHAN LIMBAH MINYAK HITAM DI PERAIRAN BINTAN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (COVER)
HAFIANI SEPTI YENDRI_2105020007_IAN - COVER.pdf - Published Version Download (791kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
HAFIANI SEPTI YENDRI_2105020007_IAN - ABSTRAK.pdf - Published Version Download (473kB) |
|
|
Text (BAB I)
HAFIANI SEPTI YENDRI_2105020007_IAN - BAB I.pdf - Published Version Download (380kB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
HAFIANI SEPTI YENDRI_2105020007_IAN - DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version Download (417kB) |
|
|
Text (FULL TEKS)
HAFIANI SEPTI YENDRI_2105020007_IAN - FULL TEKS.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pencemaran tumpahan limbah minyak hitam di perairan Bintan merupakan masalah lingkungan yang terus berulang setiap tahun, terutama pada musim angin utara. Penanganannya melibatkan banyak aktor dari berbagai sektor, namun masih bersifat insidental dan tidak terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jaringan tata kelola dalam penanggulangan tumpahan limbah minyak hitam di Perairan Bintan. Dengan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teori Network Governance dari Provan dan Kenis (2008), yang mencakup empat indikator utama: trust, goal consensus, number of network participants, dan network-level competencies.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat struktur formal berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 742 Tahun 2018, jaringan kerja sama yang terbentuk masih belum optimal. Terdapat ketimpangan peran antar aktor, lemahnya konsensus tujuan, dan kurangnya forum komunikasi yang reguler. Kepercayaan antar aktor lebih bersifat personal daripada kelembagaan, serta kompetensi jaringan belum difasilitasi oleh satu entitas pengelola yang terkoordinasi. Bentuk network governance yang teridentifikasi cenderung bersifat shared governance yang longgar dan belum mampu menghasilkan respons yang cepat dan berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan lembaga koordinator, penyusunan SOP kolaboratif, pembentukan forum lintas aktor secara berkala, serta pelibatan aktif masyarakat dan sektor swasta dalam sistem jaringan penanggulangan. Kata kunci: network governane, limbah minyak hitam, kolaborasi aktor, Bintan.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 350 Public Administration/Administrasi Negara | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Administrasi Negara | |||||||||
| Depositing User: | user IAN | |||||||||
| Date Deposited: | 07 Aug 2025 04:33 | |||||||||
| Last Modified: | 07 Aug 2025 04:33 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9695 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
