Search for collections on Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji

IMPLEMENTASI PEMBEBASAN BERSYARAT DIRUMAH TAHANAN KELAS IIB TANJUNG BALAI KARIMUN

AIN SAPUTRI, AYU and Adhayanto, Oksep and Efritadewi, Ayu (2025) IMPLEMENTASI PEMBEBASAN BERSYARAT DIRUMAH TAHANAN KELAS IIB TANJUNG BALAI KARIMUN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

[img] Text (Cover)
NUR AIN SAPUTRI_2105040017_Ilmu Hukum_Cover.pdf - Published Version

Download (535kB)
[img] Text (Abstrak)
NUR AIN SAPUTRI_2105040017_Ilmu Hukum_Abstrak.pdf - Published Version

Download (93kB)
[img] Text (Bab I)
NUR AIN SAPUTRI_2105040017_Ilmu Hukum_Bab I.pdf - Published Version

Download (176kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
NUR AIN SAPUTRI_2105040017_Ilmu Hukum_Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (168kB)
[img] Text (Full Teks)
NUR AIN SAPUTRI_2105040017_Ilmu Hukum_Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.umrah.ac.id/

Abstract

Permasalahan over kapasitas merupakan isu krusial dalam sistem pemasyarakatan, termasuk Rumah Tahanan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun. Yang dimana pada tahun 2024 jumlah narapidana di Rumah Tahanan ada 608 orang narapidana sementara kapasitas Rumah Tahanan tersebut hanya 258 orang narapidana. Hal ini menyebabkan Rumah Tahanan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun mengalami over kapasitas yang sangat signifikan. Dari 608 orang narapidana yang mendapatkan pembebasan bersyarat hanya 132 orang narapidana sementara 476 orang narapidana lainnya gagal mendapatkan pembebasan bersyarat. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui proses pemberian pembebasan bersyarat kepada narapidana di Rumah Tahanan kelas IIB Tanjung Balai Karimun, Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum sosiologis atau empiris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksanaan pembebasan bersyarat di Rumah Tahanan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun telah berjalan dengan baik, meskipun masih menghadapi beberapa tantangan terkait kapasitas hunian yang berlebihan. Hasil kuesioner dari 53 narapidana menunjukkan bahwa mereka secara umum merasa puas dengan implementasi program ini, karena mereka mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap mengenai hak mereka atas pembebasan bersyarat. Selama prosesnya, para narapidana harus memenuhi syarat yuridis, serta berperilaku baik selama menjalani masa tahanan. Sebagian besar narapidana memahami dan menyadari hak mereka untuk mendapatkan pembebasan bersyarat, yang dibuktikan dengan adanya informasi yang tersedia melalui website, baliho, dan anjungan mandiri di Rutan. Faktor kendala yang menghambat prosesnya. Kendala utama yang dihadapi antara lain adalah Keterbatasan Sumber Daya Manusia Masalah over kapasitas di rutan menyebabkan kesulitan dalam pengawasan terhadap narapidana, yang berujung pada pelanggaran disiplin seperti perkelahian antar narapidana atau ketidakpatuhan terhadap pembinaan, yang dapat mempengaruhi hak narapidana untuk mendapatkan pembebasan bersyarat dan memperlambat proses pembebasan bersyarat, keterlambatan administrasi, tidak adanya penjamin keluarga, dan pelanggaran disiplin. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah diketahuinya proses pelaksanaan pembebasan bersyarat, faktor kendala dalam pelaksanaan pembebasan bersyarat dan dampak pembebasan bersyarat terhadap Over Kapasitas Rutan. Kata kunci: Pembebasan bersyarat, Rumah Tahanan, Narapidana.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionNameNIP / NIDN
UNSPECIFIEDAdhayanto, OksepNIP.198109292015041002
UNSPECIFIEDEfritadewi, AyuNIP.198906092019032015
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: user ilmuhukum
Date Deposited: 08 Aug 2025 03:30
Last Modified: 08 Aug 2025 03:30
URI: http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9725

Actions (login required)

View Item View Item