OKTARIYANI, SELSI and Rahma, Syafitri and Teguh Setiandika, Igiasi (2025) MAKNA PADA PROSESI PERNIKAHAN ADAT MELAYU DI DESA BUSUNG KECAMATAN SERI KUALA LOBAM. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
SELSI OKTARIYANI_2105030029_Sosiologi - Cover.pdf - Published Version Download (553kB) |
|
|
Text (Abstrak)
SELSI OKTARIYANI_2105030029_Sosiologi - Abstrak.pdf - Published Version Download (435kB) |
|
|
Text (BAB I)
SELSI OKTARIYANI_2105030029_Sosiologi - BAB I.pdf - Published Version Download (461kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
SELSI OKTARIYANI_2105030029_Sosiologi - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (402kB) |
|
|
Text (Full Teks)
SELSI OKTARIYANI_2105030029_Sosiologi - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Tradisi pernikahan dalam masyarakat Melayu mengandung banyak nilai budaya yang penuh dengan simbol dan makna. Setiap tahapan dalam prosesi pernikahan dijalankan dengan tata cara yang khas, mencerminkan pandangan hidup dan norma sosial masyarakat. Masyarakat di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, masih melaksanakan prosesi pernikahan adat Melayu, walaupun ada beberapa penyesuaian sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolik dari setiap tahapan prosesi pernikahan adat Melayu, seperti merisik, meminang, mengantar tanda, menjemput, tepuk tepung tawar, hingga bersanding (resepsi), yang mengalami peyesuaian dengan perkembangan zaman, serta bagaimana masyarakat memaknainya dalam kehidupan mereka. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead digunakan sebagai pisau analisis untuk memahami proses pembentukan makna melalui interaksi sosial yang terjadi dalam pelaksanaan tradisi pernikahan adat melayu. Informan terdiri dari tokoh adat dan masyarakat yang pernah menjalani atau terlibat dalam prosesi pernikahan adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memandang prosesi pernikahan adat bukan sekadar kewajiban budaya, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai leluhur yang tetap relevan. Warisan dari keluarga penting dalam menentukan pelaksanaan adat, sementara pengaruh modernisasi menyebabkan sebagian bentuk prosesi mengalami penyesuaian tanpa menghilangkan nilai esensialnya. Masyarakat Desa Busung masih mempertahankan makna simbolik dalam prosesi adat sebagai bentuk penghargaan terhadap nilai-nilai budaya Melayu yang diwariskan secara turun-temurun.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 303.33. Kontrol Sosial 300. Ilmu Sosial > 390. Adat Istiadat, Etiket, Folklor > 390.0072 Research Methods/Metode Riset Penelitian tentang Adat Istiadat dan Kebiasaan 300. Ilmu Sosial > 390. Adat Istiadat, Etiket, Folklor > 392.5 Wedding and Marriage Customs/Adat Istiadat tentang Pernikahan dan Perkawinan |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi | |||||||||
| Depositing User: | user sosiologi | |||||||||
| Date Deposited: | 12 Aug 2025 08:12 | |||||||||
| Last Modified: | 12 Aug 2025 08:12 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9906 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
