KRISTINA USIOR, CATHERINA and Sayed Fauzan, Riyadi and Azrul, Asyikin (2026) BILATERAL SECURITY COMPLEX INDONESIA-MALAYSIA DALAM MENGHADAPI ANCAMAN KEAMANAN NON TRADISIONAL STUDI KASUS: JOHOR-KEPULAUAN RIAU. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
CATHERINA KRISTINA USIOR_2205050041_Hubungan Internasional_Cover.pdf - Published Version Download (462kB) |
|
|
Text (Abstrak)
CATHERINA KRISTINA USIOR_2205050041_Hubungan Internasional_Abstrak.pdf - Published Version Download (75kB) |
|
|
Text (BAB I)
CATHERINA KRISTINA USIOR_2205050041_Hubungan Internasional_BAB I.pdf - Published Version Download (111kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
CATHERINA KRISTINA USIOR_2205050041_Hubungan Internasional_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (90kB) |
|
|
Text (Full Teks)
CATHERINA KRISTINA USIOR_2205050041_Hubungan Internasional_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini menganalisis pola dan efektivitas kerja sama keamanan Indonesia Malaysia dalam menghadapi ancaman keamanan non-tradisional di kawasan Johor Kepulauan Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus serta Regional Security Complex Theory sebagai kerangka analisis utama. Data utama terdiri atas 507 berita media Indonesia dan Malaysia periode 2008–2025 yang membahas ancaman, aktor, wilayah, respons, dan kerja sama keamanan kedua negara. Pengumpulan berita dilakukan menggunakan NCapture, kemudian data diorganisasi, dikoding, dan dianalisis dengan bantuan NVivo melalui Word Frequency Query, Hierarchy Chart, Matrix Coding Query, dan Project Map. Hasil penelitian menunjukkan enam ancaman utama, yaitu illegal fishing, penyelundupan barang, migrasi nonprosedural atau PMI ilegal/PATI, narkotika, perdagangan manusia atau TPPO, serta pencemaran lingkungan laut. Ancaman tersebut bergerak melalui kapal, pelabuhan, perairan, jaringan lintas negara, dan mobilitas manusia sehingga membentuk saling ketergantungan keamanan antara Indonesia dan Malaysia. Kerja sama dilakukan melalui deportasi dan pemulangan, pertukaran informasi, patroli terkoordinasi, operasi, penegakan hukum, negosiasi, komunikasi konsuler, dan forum bilateral. Pola kerja sama yang terbentuk bersifat kooperatif, multiaktor, lintas sektor, dan cenderung reaktif administratif. Kerja sama dinilai efektif secara terbatas karena mampu merespons dan menyelesaikan kasus yang melibatkan dua yurisdiksi, tetapi belum optimal dalam mencegah keberulangan ancaman. Analisis menunjukkan bahwa dimensi boundary, struktur anarki, polaritas, dan konstruksi sosial melalui pola amity enmity muncul secara kuat dalam hubungan kedua negara. Pola amity lebih dominan daripada enmity, meskipun persoalan yurisdiksi dan sensitivitas kedaulatan masih menjadi hambatan. Keseluruhan temuan menunjukkan bahwa kompleksitas keamanan regional terkonsentrasi pada hubungan bilateral Indonesia Malaysia di kawasan Johor-Kepulauan Riau.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum 300. Ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan > 327.598 Foreign Relations of Indonesia/Politik Luar Negeri Indonesia |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 04:45 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 04:45 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/12347 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
