LAURENSIA YOLANDA BR. NABABAN, VERONICA and Nuraini, Lia and Arjuna, Hendra (2025) PROBLEMATIKA PENYELESAIAN SENGKETA PERTANAHAN MELALUI MEDIASI OLEH KANTOR PERTANAHAN KOTA BATAM. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
Veronica_Laurensia_Yolanda_Br.Nababan_2105040097_Ilmu Hukum-Cover.pdf Download (658kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Veronica_Laurensia_Yolanda_Br.Nababan_2105040097_Ilmu Hukum-Abstrak.pdf Download (418kB) |
|
|
Text (BAB I)
Veronica_Laurensia_Yolanda_Br.Nababan_2105040097_Ilmu_Hukum_BAB I.pdf - Published Version Download (416kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Veronica_Laurensia_Yolanda_Br.Nababan_2105040097_Ilmu_Hukum-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (397kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Veronica_Laurensia_Yolanda_Br.Nababan_2105040097_Ilmu_Hukum-Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Sengketa pertanahan merupakan persoalan yang kerap muncul di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kota Batam. Permasalahan tersebut meliputi konflik kepemilikan tanah, sengketa warisan, tumpang tindih hak atas tanah, ketidaksesuaian batas tanah, dan lain sebagainya. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Pertanahan Kota Batam pada periode 2021–2024, ditemukan berbagai kendala dalam proses penyelesaian sengketa melalui mekanisme mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala-kendala atau problematika yang dihadapi dalam upaya penyelesaian sengketa pertanahan melalui mediasi oleh instansi tersebut. Metodologi yang digunakan adalah penelitian hukum dengan pendekatan normatif-empiris dan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka serta wawancara dengan pihak-pihak yang berwenang, terutama Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa di Kantor Pertanahan Kota Batam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 kasus yang dimediasi selama tahun 2021 hingga 2024, hanya 40% yang berhasil mencapai kesepakatan damai. Adapun faktor penghambatnya antara lain adalah ketidakhadiran para pihak yang bersengketa, tidak ada iktikad baik dari masing-masing pihak yang bersengketa atau sifat tidak mengalah, dan para pihak memilih untuk menempuh jalur hukum pada saat proses dilaksanakannya mediasi. Oleh karena itu, diperlukannya peningkatan efektivitas penyelesaian sengketa pertanahan melalui mediasi di Kantor Pertanahan Kota Batam dengan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, khususnya mengenai hak atas tanah, prosedur pelaksanaan mediasi, serta urgensi menyelesaikan konflik pertanahan melalui mediasi terlebih dahulu. penataan sistem informasi pertanahan juga perlu menjadi perhatian, baik dari sisi yuridis maupun fisik. Pengembangan sistem data pertanahan yang terintegrasi secara digital, terbuka, dan mudah diakses akan sangat mendukung kelancaran proses mediasi, terutama dalam hal klarifikasi dan verifikasi data terhadap objek tanah yang disengketakan. Kata Kunci: Sengketa Pertanahan, Mediasi, Problematika
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 000_umum 000_umum > 020 - 029 Library and Information Science (Perpustakaan dan Ilmu Informasi) |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum | |||||||||
| Depositing User: | user ilmuhukum | |||||||||
| Date Deposited: | 07 Aug 2025 08:29 | |||||||||
| Last Modified: | 07 Aug 2025 08:29 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/9727 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
