ERDA WATI, RIZKA and Lengga Sari Munthe, Inge and Yusyawiru, Nurul (2025) ANALISIS PENERAPAN GREEN ACCOUNTING DALAM PENGELOLAAN EKOWISATA MANGROVE DESA PENGUDANG. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
Rizka_Erda_Wati_2104010038_Akuntansi - Cover.pdf - Published Version Download (624kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Rizka_ Erda_Wati_2104010038_Akuntansi - Abstrak.pdf - Published Version Download (329kB) |
|
|
Text (BAB I)
Rizka_Erda_Wati_2104010038_Akuntansi - BAB I.pdf - Published Version Download (327kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Rizka_Erda_Wati_2104010038_Akuntansi - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (289kB) |
|
|
Text (Full Texts)
Rizka_Erda_Wati_2104010038_Akuntansi - Full Texts.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Green Accounting dalam pengelolaan ekowisata Mangrove di Desa Pengudang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekowisata Mangrove Desa Pengudang telah proaktif menerapkan Green Accounting pada biaya pencegahan, antara lain penggunaan peralatan ramah lingkungan yang biaya tidak menjadi beban bagi ekowisata Mangrove karena peralatan di sediakan oleh pihak ketiga, pengembangan proses produksi ramah lingkungan, pelatihan kolaboratif, penerapan sistem manajemen digital, serta pemilihan bahan baku ramah lingkungan, dengan total biaya sebesar Rp 1.892.000. Pada biaya deteksi lingkungan ekowisata Mangrove Desa Pengudang sudah patuh terhadap regulasi melalui, audit lingkungan berbasis penelitian dengan sering berkolaborasi dengan pihak eksternal, pemeriksaan proses produksi, nursery Mangrove, dan budidaya alami tanpa pestisida dan pupuk. Total biaya deteksi sebesar Rp 100.000. Sementara itu, pada biaya kegagalan internal ekowisata Mangrove Desa Pengudang sudah konsisten dan komitmen, ekowisata melakukan pengelolaan limbah berbahaya dan daur ulang limbah, meskipun untuk aktivitas daur ulang air belum dilakukan karena keterbatasan alat dan juga sumber air yang masih memadai. Total biaya untuk biaya kegagalan internal ialah Rp 520.000. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah kendala seperti kurangnya dukungan pemerintah, rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan fasilitas pengelolaan lingkungan, dan limbah minyak hitam yang berasal dari eksternal. Meskipun, penerapan Green Accounting belum optimal di seluruh aspek, komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan sudah terbentuk kuat. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan untuk memperkuat efektifitas pengelolaan ekowisata berbasis lingkungan di Desa Pengudang.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi > 332 Financial Economics, Finance/Ekonomi Keuangan dan Finansial, Ekonomi Biaya dan Pembiayaan | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ekonomi > Program Studi Akuntansi | |||||||||
| Depositing User: | user akutansi | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2025 06:41 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2025 06:41 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10242 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
