FATIMAH, SITI and Suryadi, Suryadi and Lia, Nuraini (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP DISSENTING OPINION HAKIM DALAM PUTUSAN HARTA BERSAMA: STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR: 746/PDT.G/2024/PA.TPI. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
SITI_FATIMAH_2105040004_Ilmu Hukum-Cover.pdf - Published Version Download (355kB) |
|
|
Text (Abstrak)
SITI_FATIMAH_2105040004_Ilmu Hukum-Abstrak.pdf - Published Version Download (262kB) |
|
|
Text (BAB 1)
SITI_FATIMAH_2105040004_Ilmu Hukum-Bab 1.pdf - Published Version Download (279kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
SITI_FATIMAH_2105040004_Ilmu Hukum-Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (224kB) |
|
|
Text (Full Teks)
SITI_FATIMAH_2105040004_Ilmu Hukum-Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Dissenting opinion hakim dalam sengketa harta bersama Putusan Nomor 746Pdt.G2024PA.TPI di Pengadilan Agama Tanjungpinang menimbulkan permasalahan terkait klasifikasi perkara dan kedudukan hukum para pihak, khususnya anak yang dijadikan tergugat setelah kematian salah satu pasangan. Hakim mayoritas menganggap sengketa ini sebagai pembagian harta bersama berdasarkan Pasal 35 UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 96 Kompilasi Hukum Islam (KHI), sedangkan hakim anggota II berpendapat sengketa lebih tepat dikategorikan sebagai sengketa waris dengan anak sebagai ahli waris. Penelitian ini bertujuan mengetahui dasar serta implikasi perbedaan interpretasi hukum antara hakim mayoritas dan hakim anggota II dalam memutus perkara tersebut dengan menggunakan teori interpretasi hakim. Penelitian menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan majelis hakim mayoritas lebih bertumpu pada interpretasi gramatikal Pasal 35 Undang Undang Perkawinan dan Pasal 96 KHI, sehingga mengabaikan keterkaitan sistematis dengan ketentuan kewarisan ketika salah satu pasangan telah meninggal dunia. Sementara itu, Dissenting Opinion Hakim Anggota II menerapkan interpretasi sistematis dengan menempatkan pemisahan harta bersama sebagai prasyarat pembagian waris, sehingga perkara lebih tepat diajukan sebagai gugatan waris yang melibatkan seluruh ahli waris. Berdasarkan analisis tersebut, Temuan ini menunjukkan bahwa Dissenting Opinion Hakim Anggota II memiliki dasar hukum yang lebih kuat dan lebih mencerminkan keadilan substantif terkait kedudukan anak sebagai ahli waris, sekaligus menegaskan pentingnya pedoman yang lebih jelas mengenai sengketa harta bersama yang beririsan dengan kewarisan di peradilan agama.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum | |||||||||
| Depositing User: | user ilmuhukum | |||||||||
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 07:05 | |||||||||
| Last Modified: | 03 Feb 2026 07:05 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10776 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
