NISVIANI, ALINA and Ayu, Efritadewi and Irwandi, Syahputra (2026) STUDI PERBANDINGAN TENTANG CYBERBULLYING ANTARA INDONESIA DAN KOREA SELATAN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
ALINA NISVIANI_2105040089_Ilmu Hukum_Cover.pdf - Published Version Download (676kB) |
|
|
Text (Abstrak)
ALINA NISVIANI_2105040089_Ilmu Hukum_Abstrak.pdf - Published Version Download (352kB) |
|
|
Text (Bab I)
ALINA NISVIANI_2105040089_Ilmu Hukum_Bab I.pdf - Published Version Download (528kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
ALINA NISVIANI_2105040089_Ilmu Hukum_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (350kB) |
|
|
Text (Full Teks)
ALINA NISVIANI_2105040089_Ilmu Hukum_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah melahirkan kejahatan baru di ruang siber, salah satunya cyberbullying yang berdampak serius pada kehormatan dan kondisi psikologis korban. Penelitian ini mengkaji permasalahan bagaimana pengaturan tindak pidana cyberbullying di Indonesia dan Korea Selatan serta persamaan dan perbedaan pengaturan tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis secara komparatif pengaturan cyberbullying menurut hukum pidana Indonesia dan Korea Selatan serta menilai kelebihan dan kelemahan masing-masing sistem hukum sebagai dasar pembaruan hukum pidana di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan komparatif dan konseptual. Bahan hukum meliputi bahan hukum primer berupa UU ITE dan Act on Promotion of Information and Communications Network Utilization and Information Protection Korea Selatan, bahan hukum sekunder, serta bahan non hukum yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan Indonesia belum mengatur cyberbullying secara khusus dan komprehensif, melainkan masih tersebar dalam beberapa ketentuan UU ITE dan KUHP tanpa definisi eksplisit. Sebaliknya, Korea Selatan memiliki pengaturan lebih sistematis dan spesifik dengan perumusan unsur tindak pidana yang jelas, menekankan pola perbuatan berulang dan dampak psikologis korban, serta pendekatan tidak hanya represif tetapi juga preventif. Penelitian ini menegaskan bahwa perbandingan hukum berdasarkan teori Andi Hamzah dan prinsip margin of appreciation menunjukkan perlunya pembaruan pengaturan cyberbullying di Indonesia secara selektif dan kontekstual, dengan tetap memperhatikan nilai-nilai Pancasila, konstitusi, dan budaya hukum nasional sebagai pedoman agar hukum tidak hanya menjamin kepastian tetapi juga mencerminkan keadilan substantif dan nilai kemanusiaan. Kata Kunci: Cyberbullying, Hukum Pidana, Perbandingan Hukum
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum | |||||||||
| Depositing User: | user ilmuhukum | |||||||||
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 07:11 | |||||||||
| Last Modified: | 04 Feb 2026 07:11 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/10900 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
