OCTAGIYANI, OCTAGIYANI and Prayetno, Eko and Baihaque, Muhd. Ridho (2026) ANALISIS DAMAGE STABILITY PADA KAPAL SAMUDRA SINDO 39 MENGGUNAKAN METODE DETERMINISTIC CONCEPT. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
OCTAGIYANI_2101030012_Teknik Perkapalan_Cover.pdf - Published Version Download (815kB) |
|
|
Text (Abstrak)
OCTAGIYANI_2101030012_Teknik Perkapalan_Abstrak.pdf - Published Version Download (26kB) |
|
|
Text (BAB I)
OCTAGIYANI_2101030012_Teknik Perkapalan_BAB I.pdf - Published Version Download (20kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
OCTAGIYANI_2101030012_Teknik Perkapalan_Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (61kB) |
|
|
Text (Full Teks)
OCTAGIYANI_2101030012_Teknik Perkapalan_Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Kapal chemical barge memiliki risiko mengalami penurunan stabilitas apabila terjadi kerusakan lambung yang menyebabkan kebocoran. Kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan kapal untuk tetap mengapung dan kembali ke posisi tegak setelah mengalami kemiringan. Penelitian ini bertujuan menganalisis damage stability pada kapal Samudra Sindo 39 menggunakan metode Deterministic Concept berdasarkan lima skenario kerusakan yang mengacu pada Intact Stability Booklet, serta mengevaluasi pemenuhannya terhadap kriteria BKI Rules Volume X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui simulasi numerik dengan perangkat lunak Maxsurf Modeller dan Maxsurf Stability. Model kapal divalidasi melalui perhitungan manual nilai righting arm (GZ) dengan selisih sebesar 2,98%; 4,46%; 5,76%; 4,96%; dan 4,29%, sehingga model dinilai mampu merepresentasikan karakteristik stabilitas kapal. Analisis dilakukan menggunakan parameter Angle of Maximum GZ, Maximum GZ at 20° or Greater, dan Area 0°–20°. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skenario 1 dan 2 (Full Load Departure dan Full Load Arrival) tidak memenuhi kriteria karena nilai Angle of Maximum GZ hanya mencapai 17,3°, lebih kecil dari batas minimum 20°. Sementara itu, skenario 3, 4, dan 5 (Departure Without Cargo, Arrival Without Cargo, dan Lightship) memenuhi seluruh kriteria BKI Rules Volume X. Kondisi lightship menghasilkan nilai Maximum GZ tertinggi sebesar 4,974 m dan Area 0°–20° terbesar sebesar 92,221 m.rad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pemuatan berpengaruh terhadap karakteristik damage stability, dimana kondisi muatan penuh menghasilkan stabilitas yang lebih rendah dibandingkan kondisi tanpa muatan maupun lightship.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 600. Teknologi dan Ilmu Terapan > 620 - 629 Engineering and Allied Operations (Ilmu Teknik dan Ilmu yang Berkaitan) > 623.8 Nautical Engineering and Seamanship/Teknik Perkapalan, Teknik Nautika dan Ilmu Angkatan laut | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Perkapalan | |||||||||
| Depositing User: | user teknikperkapalan | |||||||||
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 04:59 | |||||||||
| Last Modified: | 30 Jul 2026 04:59 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11291 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
