HAZWAN, HAZWAN and Yulianto, Tri and Bakkara, Okto Rimandi (2026) PENGARUH METODE ABLASI DAN MUTILASI TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN PADA RAJUNGAN (Portunus pelagicus) BERKELAMIN JANTAN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
HAZWAN_2102030029_Budidaya Perairan - Cover.pdf - Published Version Download (739kB) |
|
|
Text (Abstrak)
HAZWAN_2102030029_Budidaya Perairan - Abstrak.pdf - Published Version Download (155kB) |
|
|
Text (BAB I)
HAZWAN_2102030029_Budidaya Perairan - BAB I.pdf - Published Version Download (158kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
HAZWAN_2102030029_Budidaya Perairan - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (260kB) |
|
|
Text (Full Teks)
HAZWAN_2102030029_Budidaya Perairan - Fullteks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Permintaan rajungan yang terus meningkat mendorong perlunya teknologi budidaya yang mampu mempercepat proses molting sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode ablasi dan mutilasi terhadap kinerja pertumbuhan rajungan berkelamin jantan (Portunus pelagicus). Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari–Maret 2025 di Balai Benih Ikan (BBI) Pengujan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tiga perlakuan, yaitu ablasi tangkai mata kanan, mutilasi capit kanan, dan kontrol tanpa perlakuan, dengan masing-masing tiga ulangan. Rajungan dipelihara selama 40 hari dan diberi pakan ikan rucah sebanyak 15% dari bobot tubuh per hari. Parameter yang diamati meliputi persentase molting, waktu molting, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang karapas, efisiensi pemanfaatan pakan, tingkat kelangsungan hidup, serta kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), sedangkan data kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase molting pada seluruh perlakuan mencapai 66,67%. Perlakuan ablasi menghasilkan waktu molting tercepat dengan rata-rata 22 hari, diikuti mutilasi 23 hari, sedangkan kontrol memerlukan rata-rata 34 hari. Pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang karapas, efisiensi pemanfaatan pakan, dan tingkat kelangsungan hidup cenderung lebih tinggi pada perlakuan ablasi dibandingkan perlakuan mutilasi dan kontrol. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa seluruh parameter pertumbuhan tidak berbeda nyata (p>0,05) antarperlakuan. Selama penelitian, kualitas air berada pada kisaran yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa metode ablasi cenderung memberikan respons yang lebih baik dalam mempercepat molting dan meningkatkan pertumbuhan rajungan jantan dibandingkan metode mutilasi, meskipun tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 600. Teknologi dan Ilmu Terapan > 630-639. Pertanian, Budidaya Ikan, dan Teknologi yang Berkaitan > 639.32 Fish Culture in Salt Water/Peternakan Ikan Air Asin dan Air Payau | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Budidaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user BDP | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 08:28 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 08:28 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11324 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
