Search for collections on Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji

DINAMIKA IMPLEMENTASI FIVE-POINT CONSENSUS KTT ASEAN 2023: STUDI KASUS KRISIS MYANMAR

MELISA, MELISA and Glory Yolanda, Yahya and Rizqi Apriani, Putri (2026) DINAMIKA IMPLEMENTASI FIVE-POINT CONSENSUS KTT ASEAN 2023: STUDI KASUS KRISIS MYANMAR. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

[img] Text (Cover)
Melisa_2205050006_Ilmu_Hubungan_Internasional_Cover.pdf - Published Version

Download (543kB)
[img] Text (Abstrack)
Melisa_2205050006_Ilmu_Hubungan_Internasional_Abstrack.pdf - Published Version

Download (118kB)
[img] Text (Bab 1)
Melisa_2205050006_Ilmu_Hubungan_Internasional_Bab1.pdf - Published Version

Download (274kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
Melisa_2205050006_Ilmu_Hubungan_Internasional_Daftar_Pustaka.pdf - Published Version

Download (286kB)
[img] Text (Fullteks)
Melisa_2205050006_Ilmu_Hubungan_Internasional_FullTeks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.umrah.ac.id/

Abstract

Kudeta militer di Myanmar pada 1 Februari 2021 memicu krisis politik, keamanan, dan kemanusiaan yang mendorong ASEAN menyepakati Five-Point Consensus sebagai kerangka penyelesaian konflik. Namun, implementasi 5PC menghadapi berbagai kendala sehingga menjadi fokus evaluasi pada KTT ASEAN 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Five-Point Consensus pada KTT ASEAN 2023 serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambatnya dalam menangani krisis Myanmar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksplanatif serta dianalisis menggunakan Teori Liberalisme Institusional Robert O. Keohane dan konsep rezim internasional Stephen D. Krasner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN tetap menjadikan Five-Point Consensus sebagai kerangka utama penyelesaian krisis Myanmar melalui penguatan diplomasi, bantuan kemanusiaan, optimalisasi peran Utusan Khusus ASEAN, dan mekanisme Troika. Implementasi 5PC didukung oleh penguatan koordinasi kelembagaan ASEAN, kepemimpinan Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2023, serta pendekatan quiet diplomacy. Namun, implementasinya masih terhambat oleh ketidakpatuhan junta militer Myanmar, prinsip non-intervensi, perbedaan kepentingan negara anggota, lemahnya mekanisme penegakan, dan eskalasi konflik. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Five-Point Consensus meningkatkan koordinasi ASEAN dalam merespons krisis Myanmar, tetapi optimalisasinya masih terbatas dalam mendorong penyelesaian krisis tersebut.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionNameNIP / NIDN
UNSPECIFIEDGlory Yolanda, YahyaNIP. 198911062022032009
UNSPECIFIEDRizqi Apriani, PutriNIP. 199504262022032015
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 303.6 Conflict Social/Konflik Sosial
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional
Depositing User: user HI
Date Deposited: 04 Aug 2026 03:08
Last Modified: 04 Aug 2026 03:08
URI: http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11679

Actions (login required)

View Item View Item