FAUZIANDI, RONALD and Setiandika Igiasi, Teguh and Niko, Nikodemus (2026) FENOMENA KAWASAN PEMAKAMAN ETNIS BERKELOMPOK DI TANJUNG BATU. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
Ronald Fauziandi_2205030049_Sosiologi_Cover_Skripsi.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (Abstrak)
Ronald Fauziandi_2205030049_Sosiologi_Skripsi abstrak.pdf - Published Version Download (413kB) |
|
|
Text (Bab 1)
Ronald Fauziandi_2205030049_Sosiologi_Skripsi Bab 1.pdf - Published Version Download (328kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Ronald Fauziandi_2205030049_Sosiologi_Skripsi_DaftarPustaka.pdf - Published Version Download (451kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Ronald Fauziandi_2205030049_Sosiologi_Skripsi.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Fenomena pemakaman etnis berkelompok di Tanjung Batu menunjukkan adanya dinamika sosial yang menarik dalam pengelolaan ruang kematian di tengah masyarakat yang heterogen. Praktik ini tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fungsional, tetapi juga mencerminkan struktur sosial, nilai budaya, serta hubungan kekuasaan yang berkembang di masyarakat. Sistem pemakaman berkelompok yang awalnya bersifat ekslusif mengalami pergeseran menuju bentuk yang lebih terbuka, meskipun tetap mempertahankan batas-batas sosial tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaman berkelompok di Tanjung Batu telah terlembaga sebagai sistem sosial yang mengatur ruang pemakaman berdasarkan identitas etnis, kepemilikan kolektif, dan kedekatan kekerabatan. Setiap kawasan pemakaman dikelola secara mandiri oleh komunitas melalui struktur pengurus, serta aturan internal yang tidak tertulis. Dalam kondisi keterbatasan lahan, muncul praktik selektivitas akses yang memperioritaskan anggota kelompok, namun tetap membuka ruang fleksibilitas berdasarkan hubungan sosial dan nilai kekeluargaan. Selain itu, keberlangsungan sistem ini diperkuat oleh peran aktor sosial, praktik gotong royong, serta konsensus yang terbentuk melalui proses historis dan negosiasi antar kelompok, termasuk dalam penyelesaian konflik batas lahan pemakaman. Posisi negara dalam pengelolaan pemakaman terbatas pada aspek administratif seperti pencatatan lahan dan legalitas, tanpa terlibat langsung dalam pengaturan praktik di tingkat komunitas. Dengan demikian, hegemoni kultural dalam praktik pemakaman tidak sepenuhnya dibentuk oleh negara, tetapi tumbuh dalam masyarakat sipil melalui persetujuan sosial (consent) dan praktik sehari-hari yang terus direproduksi. Sistem pemakaman berbasis komunitas di Tanjung Batu tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga sebagai bentuk adaptasi sosial yang mampu menyeimbangkan antara identitas kelompok, kebutuhan kolektif, serta dinamika perubahan masyarakat. Kata Kunci: Pemakaman berkelompok, etnisitas, hegemoni kultural, solidaritas sosial, Tanjung Batu.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 390. Adat Istiadat, Etiket, Folklor > 393 Death Customs/Adat Istiadat yang Berhubungan dengan Kematian | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi | |||||||||
| Depositing User: | user sosiologi | |||||||||
| Date Deposited: | 05 Aug 2026 03:51 | |||||||||
| Last Modified: | 05 Aug 2026 03:51 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11723 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
