MAHARDIKA, PHONIK and Zulfikar, Andi and Apriadi, Tri (2026) ANALISIS KANDUNGAN KARBON ORGANIK PADA SEDIMEN LAMUN DI DESA PENGUDANG KABUPATEN BINTAN. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
PHONIK MAHARDIKA_2202020018_MSP - Cover.pdf - Published Version Download (676kB) |
|
|
Text (Abstrak)
PHONIK MAHARDIKA_2202020018_MSP - Abstrak.pdf - Published Version Download (297kB) |
|
|
Text (Bab I)
PHONIK MAHARDIKA_2202020018_MSP - BAB I.pdf - Published Version Download (342kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
PHONIK MAHARDIKA_2202020018_MSP - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (311kB) |
|
|
Text (Full Teks)
PHONIK MAHARDIKA_2202020018_MSP - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Ekosistem lamun di perairan pesisir memiliki peran krusial dalam mitigasi perubahan iklim global melalui kemampuannya menyimpan karbon organik di dalam sedimen (blue carbon). Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan Sediment Organic Carbon (SOC) secara kuantitatif dan memetakan pola sebaran spasialnya di perairan Desa Pengudang, Kabupaten Bintan. Pengambilan sampel dilakukan pada 108 titik di empat area menggunakan metode systematic random sampling. Pengumpulan data meliputi pengambilan sedimen dasar, perhitungan kerapatan lamun metode kuadrat, dan analisis ukuran butir sedimen. Sampel dianalisis di laboratorium untuk mendapatkan nilai Total Organic Matter (TOM) melalui metode Loss on Ignition (LOI) pada suhu 550°C, yang kemudian dikonversi menjadi estimasi kandungan SOC. Analisis data menggunakan uji statistik Kruskal-Wallis, Principal Component Analysis (PCA), dan interpolasi spasial Inverse Distance Weighting (IDW) pada perangkat lunak QGIS. Hasil statistik menunjukkan variasi spasial yang sangat signifikan (p < 0,001) terhadap kandungan SOC antar-area. Kandungan rata-rata SOC di Area 1 sebesar 2,056%, Area 2 sebesar 0,975%, Area 3 sebesar 1,161%, dan Area 4 memiliki akumulasi tertinggi mencapai 7,032%. PCA dan pemetaan spasial mengungkap bahwa tingginya SOC di Area 4 justru berbanding terbalik dengan kerapatan lamun yang berada pada tingkat terendah (44,00 ind/m²). Kondisi ini mengindikasikan bahwa akumulasi karbon di area tersebut dipengaruhi oleh masukan limbah organik domestik dari daratan. Selain itu, dominasi fraksi pasir di atas 92% di seluruh area terbukti berperan penting sebagai perangkap fisik yang mengunci material organik agar tidak terdekomposisi. Kesimpulannya, akumulasi SOC tidak hanya ditentukan oleh kerapatan lamun, melainkan bergantung pada masukan bahan organik eksternal dan stabilitas substrat berpasir. Oleh karena itu, strategi pengelolaan harus memprioritaskan perlindungan fisik terhadap dasar perairan.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 600. Teknologi dan Ilmu Terapan > 630-639. Pertanian, Budidaya Ikan, dan Teknologi yang Berkaitan > 639.92 Habitat Improvement/Peningkatan Habitat Hewan, Peningkatan Habitat Binatang | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan | |||||||||
| Depositing User: | user manajemenSP | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 07:23 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 07:23 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11777 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
