FATWA DWI PUTRA, RIVALDI and Glory, Yolanda and Rizqi, Apriani Putri (2026) FAKTOR - FAKTOR PENGHAMBAT DAN UPAYA PENYELESAIAN DALAM PERUNDINGAN INDONESIA - UNI EROPA COMPREHENSIVE ECONOMIC PARTNERSHIP AGREEMENT ( IEU - CEPA ). S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
RIVALDI FATWA DWI PUTRA_2205050042_Ilmu Hubungan Internasional_Cover.pdf Download (641kB) |
|
|
Text (Abstrak)
RIVALDI FATWA DWI PUTRA_2205050042_Ilmu Hubungan Internasional_Abstrak.pdf - Published Version Download (480kB) |
|
|
Text (BAB I)
RIVALDI FATWA DWI PUTRA_2205050042_Ilmu Hubungan Internasional_BAB_I.pdf - Published Version Download (490kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
RIVALDI FATWA DWI PUTRA_2205050042_Ilmu Hubungan Internasional_Daftar_Pustaka.pdf - Published Version Download (901kB) |
|
|
Text (Full teks)
RIVALDI FATWA DWI PUTRA_2205050042_Ilmu Hubungan Internasional_Full_Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor penghambat dan upaya penyelesaiannya dalam proses negosiasi Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).Meskipun merupakan perjanjian dagang terbesar Indonesia, perundingan berlangsung hampir sembilan tahun dan baru mencapai Kesepakatan Substansial pada 23 September 2025 di Bali. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis dengan metode studi kepustakaan serta teori Two-Level Game dan konsep Asimetri Kekuatan, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan sekaligus upaya konkret yang ditempuh kedua pihak untuk mengatasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan bersifat multidimensional. Secara substantif, terjadi kebuntuan antara kepentingan hilirisasi nikel dan perlindungan sawit Indonesia dengan agenda regulasi lingkungan Uni Eropa melalui EUDR, di mana 97,5% petani kecil tidak mampu memenuhi persyaratan dokumen, sementara kebijakan larangan ekspor bijih nikel digugat di WTO dan isu BUMN juga menjadi penghambat. Secara prosedural, koordinasi domestik Indonesia yang lemah dan birokrasi Uni Eropa yang multi-layer menyebabkan stagnasi, diperparah oleh sempitnya win-set akibat tekanan kelompok kepentingan seperti GAPKI dan serikat buruh. Secara struktural, asimetri kekuatan menciptakan systemic misperception di mana Uni Eropa menganggap standarnya universal sementara Indonesia menganggapnya proteksionis, memicu mortal resistance pada isu strategis. Upaya penyelesaiannya ditempuh melalui kompromi bertahap, seperti akses preferensial produk olahan nikel, kerangka dialog pada bab Trade and Sustainable Development, dan mekanisme positive list dalam pengadaan pemerintah, yang seluruhnya memperluas win-set kedua pihak melalui synergistic linkage hingga tercapainya Kesepakatan Substansial.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan 300. Ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan > 327.598 Foreign Relations of Indonesia/Politik Luar Negeri Indonesia |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 02:52 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 02:52 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11829 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
