SINTIKHE BR SIAHAAN, LOIS and Muzwardi, Ady and Gunawan, Desri (2026) RESPON TAIWAN PADA KEBIJAKAN PENGURANGAN EKSPOR MATERIAL KRITIS OLEH TIONGKOK TAHUN 2023-2025. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
LOIS_SINTIKHE_BR_SIAHAAN_2205050032_Ilmu_Hubungan_Internasional - Cover.pdf - Published Version Download (671kB) |
|
|
Text (Abstrak)
LOIS_SINTIKHE_BR_SIAHAAN_2205050032_Ilmu_Hubungan_Internasional - Abstrak.pdf - Published Version Download (113kB) |
|
|
Text (Bab I)
LOIS_SINTIKHE_BR_SIAHAAN_2205050032_Ilmu_Hubungan_Internasional - Bab I.pdf - Published Version Download (117kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
LOIS_SINTIKHE_BR_SIAHAAN_2205050032_Ilmu_Hubungan_Internasional - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (195kB) |
|
|
Text (Full Text)
LOIS_SINTIKHE_BR_SIAHAAN_2205050032_Ilmu_Hubungan_Internasional - Full Text.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Semikonduktor merupakan tulang punggung ekonomi digital dan Taiwan memegang peran penting dengan menguasai lebih dari 60% produksi semikonduktor global dan lebih dari 90% chip canggih. Namun industri tersebut sangat bergantung pada ketersediaan material kritis yang kebanyakan dibuat oleh Tiongkok. Pada tahun 2023-2025 Tiongkok mengeluarkan kebijakan pengurangan ekspor material kritis yang memberi ancaman pada industri semikonduktor Taiwan. Penelitian ini bertujuan menguraikan respon Taiwan terhadap kebijakan tersebut. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik studi literatur melalui data sekunder dikumpulkan dari jurnal, buku, laporan resmi, dan berita. Analisis menggunakan teori Balance of Threat untuk menjelaskan ancaman Taiwan terhadap kebijakan Tiongkok dan konsep balancing untuk melihat bentuk responnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taiwan merespon melalui dua strategi utama, Pertama, peningkatan kemampuan nasional dengan mengidentifikasi risiko, mendiversifikasi rantai pasok material kritis, dan melakukan pengembangan dan penelitian rare earth recycling. Strategi tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tiongkok dan memperkuat ketahanan industri semikonduktor Taiwan. Kedua, penguatan kerjasama dengan Amerika Serikat yang dilakukan untuk menjaga keamanan industri semikonduktor Taiwan dari ancaman. Kedua strategi tersebut merupakan bentuk balancing Taiwan untuk mempertahankan keamanan industri semikonduktor dari tekanan Tiongkok.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 320 Political dan Government Science/Ilmu Politik dan Ilmu Pemerintahan > 320.6 Policy Making/Keputusan Politik 300. Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi 300. Ilmu Sosial > 330 Ilmu Ekonomi > 338.2 Extraction of Mineral/Industri Pertambangan |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 07:57 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 07:57 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11847 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
