Search for collections on Repository Universitas Maritim Raja Ali Haji

ANALISIS KARAKTERISTIK PELAKU GRATIFIKASI DI KOTA TANJUNGPINANG

ANANDYA, SHIFRA SYLVANIA and Ayu, Efritadewi and Irfan, Harmain (2026) ANALISIS KARAKTERISTIK PELAKU GRATIFIKASI DI KOTA TANJUNGPINANG. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

[img] Text (Cover)
SHIFRA SYLVANIA ANANDYA_2205040051_Ilmu Hukum_Cover.pdf - Published Version

Download (730kB)
[img] Text (Abstrak)
SHIFRA SYLVANIA ANANDYA_2205040051_Ilmu Hukum_Abstrak.pdf - Published Version

Download (245kB)
[img] Text (BAB I)
SHIFRA SYLVANIA ANANDYA_2205040051_Ilmu Hukum_BAB I.pdf - Published Version

Download (247kB)
[img] Text (Daftar Pustaka)
SHIFRA SYLVANIA ANANDYA_2205040051_Ilmu Hukum_Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (229kB)
[img] Text (Full Teks)
SHIFRA SYLVANIA ANANDYA_2205040051_Ilmu Hukum_Full Teks.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: https://lib.umrah.ac.id/

Abstract

Gratifikasi merupakan salah satu bentuk tindak pidana korupsi yang paling sulit dideteksi karena kerap bersinggungan dengan kebiasaan sosial masyarakat, khususnya di daerah dengan akar budaya yang kuat seperti Kota Tanjungpinang. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pelaku gratifikasi serta faktor faktor yang memengaruhi pelaku melakukan gratifikasi di Kota Tanjungpinang. Penelitian menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap tiga informan kunci, yaitu Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Inspektorat Daerah Kota Tanjungpinang, dan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau, dilengkapi analisis dokumen hukum, dan dianalisis menggunakan Teori Asosiasi Diferensial Edwin H. Sutherland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku gratifikasi memiliki tiga karakteristik utama yang saling berkaitan, yaitu penguasaan jabatan dan kewenangan strategis khususnya di bidang pengelolaan keuangan negara dan perizinan pola perilaku yang terencana dalam mendekati pihak yang dapat memberikan keuntungan atau perlindungan, serta pemanfaatan lingkungan sosial-budaya Melayu yang permisif sehingga maksud gratifikasi mudah disamarkan sebagai kebiasaan budaya. Faktor yang memengaruhi pelaku bersifat berlapis, meliputi faktor internal (niat, sifat, dan lemahnya integritas), faktor eksternal yang lebih dominan (penyalahgunaan jabatan, kepentingan pribadi dan kelompok, serta tekanan masalah hukum), faktor sosial-budaya (budaya “tidak enak”, utang budi, dan balas jasa), serta faktor institusional berupa lemahnya pelaporan (underreporting), sementara faktor ekonomi bukan penyebab dominan. Ditinjau dari Teori Asosiasi Diferensial, gratifikasi merupakan perilaku yang dipelajari dan diperkuat melalui interaksi sosial dalam lingkungan jabatan dan budaya yang permisif, bukan perilaku bawaan pelaku. Dengan demikian, pencegahan gratifikasi tidak cukup dilakukan melalui pendekatan represif semata, tetapi harus disertai transformasi budaya hukum dan penguatan sistem pelaporan.

Item Type: Thesis (S1)
Contributors:
ContributionNameNIP / NIDN
UNSPECIFIEDEfritadewi, AyuNIP.198906092019032015
UNSPECIFIEDHarmain, IrfanNIP.199403022024061003
Subjects: 300. Ilmu Sosial > 340 Law/Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Ilmu Hukum
Depositing User: user ilmuhukum
Date Deposited: 06 Aug 2026 08:27
Last Modified: 06 Aug 2026 08:27
URI: http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/11999

Actions (login required)

View Item View Item