GUSTIANI PUTRI, MAYA and Rahmawati, Nanik and Samnuzulsari, Tri (2026) KONFLIK SOSIAL AKIBAT KEHADIRAN KAPAL CANTRANG (STUDI PADA NELAYAN TRADISONAL DI PULAU MIDAI KABUPATEN NATUNA). S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
Maya Gustiani Putri_2105030014_Sosiologi - Cover.pdf - Published Version Download (936kB) |
|
|
Text (Abstrak)
Maya Gustiani Putri_2105030014_Sosiologi - Abstrak.pdf - Published Version Download (317kB) |
|
|
Text (BAB I)
Maya Gustiani Putri_2105030014_Sosiologi - BAB I.pdf - Published Version Download (486kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
Maya Gustiani Putri_2105030014_Sosiologi - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (449kB) |
|
|
Text (Full Teks)
Maya Gustiani Putri_2105030014_Sosiologi - Full Teks.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Dalam konflik sosial antara nelayan tradisional dan pengguna kapal cantrang di Pulau Midai Kabupaten Natuna, perbedaan kepentingan dalam pemanfaatan wilayah tangkap dan sumber daya laut telah menimbulkan berbagai ketegangan di kalangan masyarakat nelayan. Kehadiran kapal cantrang yang beroperasi di wilayah tangkap nelayan tradisional menyebabkan berkurangnya hasil tangkapan ikan serta memunculkan persaingan dalam memperoleh sumber daya laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses terjadinya konflik sosial antara nelayan tradisional dan nelayan pengguna kapal cantrang di Pulau Midai Kabupaten Natuna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan dua belas informan yang terdiri dari nelayan tradisional, ketua nelayan, camat, kepala desa, kepolisian, TNI Angkatan Laut, dan Koramil. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan konsep konflik sosial Lewis A. Coser sebagai landasan analisis untuk mengkaji proses terjadinya konflik antara nelayan tradisional dan pengguna kapal cantrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial terjadi akibat perebutan wilayah tangkap dan sumber daya laut yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat nelayan. Konflik berkembang dari keresahan dan keluhan nelayan tradisional menjadi aksi protes, pengamanan kapal cantrang, hingga tuntutan kepada pemerintah untuk menindak kapal yang melanggar aturan zona tangkap. Berdasarkan teori konflik Lewis A. Coser, konflik tersebut termasuk konflik realistis karena dilatarbelakangi oleh kepentingan ekonomi dan perebutan sumber daya yang nyata. Selain menimbulkan ketegangan sosial, konflik juga memperkuat solidaritas nelayan tradisional dalam mempertahankan wilayah tangkap dan memperjuangkan kepentingan bersama. Penyelesaian konflik dilakukan melalui mediasi yang melibatkan pemerintah daerah, kepolisian, TNI AL, dan Koramil. Kata Kunci: Konflik Sosial, Nelayan Tradisional, Kapal Cantrang, Lewis A. Coser.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 303.6 Conflict Social/Konflik Sosial | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi | |||||||||
| Depositing User: | user sosiologi | |||||||||
| Date Deposited: | 06 Aug 2026 06:31 | |||||||||
| Last Modified: | 06 Aug 2026 06:31 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/12005 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
