LUQYANA, AZZAHRA BALQIS and Setiawan, Azhari and Akbar, Dhani (2026) KETAHANAN PANGAN DI KEPULAUAN RIAU: PERSPEKTIF HUMAN SECURITY. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
AZZAHRA_BALQIS_LUQYANA_2205050016_ILMU_HUBUNGAN_INTERNASIONAL_COVER.pdf - Published Version Download (918kB) |
|
|
Text (Abstrak)
AZZAHRA_BALQIS_LUQYANA_2205050016_ILMU_HUBUNGAN_INTERNASIONAL_ABSTRAK.pdf - Published Version Download (340kB) |
|
|
Text (Bab 1)
AZZAHRA_BALQIS_LUQYANA_2205050016_ILMU_HUBUNGAN_INTERNASIONAL_BAB1.pdf - Published Version Download (700kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
AZZAHRA_BALQIS_LUQYANA_2205050016_ILMU_HUBUNGAN_INTERNASIONAL_DAFTAR_PUSTAKA.pdf - Published Version Download (803kB) |
|
|
Text (Full Text)
AZZAHRA_BALQIS_LUQYANA_2205050016_ILMU HUBUNGAN _INTERNASIONAL_FULL_TEXT.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Ketahanan pangan di wilayah kepulauan menghadapi tantangan khas berupa fragmentasi geografis, keterbatasan infrastruktur logistik, dan ketergantungan pada konektivitas antarpulau. Meskipun seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau telah masuk kategori tahan pangan, capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) masih bervariasi dan belum ada yang mencapai kategori sangat tinggi. Kota Batam memiliki IKP tertinggi (74,55), sementara Kabupaten Karimun terendah (63,34). Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana karakter wilayah kepulauan, khususnya distribusi pangan dan konektivitas antarpulau, membentuk variasi ketahanan pangan antar kabupaten/kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pejabat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, serta studi dokumentasi dan pustaka. Temuan penelitian menunjukkan bahwa fragmentasi wilayah dengan 98% lautan menjadi hambatan struktural utama distribusi pangan. Pola distribusi dibedakan berdasarkan komoditas tahan lama dan mudah rusak, dengan strategi percepatan logistik sebelum musim cuaca buruk. Konektivitas antarpulau yang terbatas menyebabkan biaya logistik tinggi dan variasi harga antarwilayah. Dalam perspektif human security, gangguan distribusi dan lemahnya konektivitas berdampak langsung pada akses masyarakat terhadap pangan, menjadikannya ancaman non-militer yang mempengaruhi kesejahteraan dan keberlanjutan hidup. Faktor internal seperti infrastruktur logistik dan kemandirian pangan lokal lebih dominan dibandingkan faktor eksternal seperti dinamika geopolitik global. Kata Kunci: Ketahanan Pangan, Kepulauan Riau, Human Security, Keamanan Non-Tradisional.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 360 Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial > 361.1 Social Problems/Permasalahan Sosial, Masalah Sosial | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Hubungan Internasional | |||||||||
| Depositing User: | user HI | |||||||||
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 07:46 | |||||||||
| Last Modified: | 10 Aug 2026 07:46 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/12212 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
