CAHYANI, SEPTIANA TRI and Elsera, Marisa and Valentina, Annissa (2026) KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT ADAT PASCA RELOKASI PEMBANGUNAN REMPANG ECO CITY DI KOTA BATAM. S1 thesis, Universitas Maritim Raja Ali Haji.
|
Text (Cover)
SEPTIANA_TRI_CAHYANI_2205030054_Sosiologi - Cover.pdf - Published Version Download (778kB) |
|
|
Text (Abstrak)
SEPTIANA_TRI_CAHYANI_2205030054_Sosiologi - Abstrak.pdf - Published Version Download (293kB) |
|
|
Text (Bab 1)
SEPTIANA_TRI_CAHYANI_2205030054_Sosiologi - Bab 1.pdf - Published Version Download (472kB) |
|
|
Text (Daftar Pustaka)
SEPTIANA_TRI_CAHYANI_2205030054_Sosiologi - Daftar Pustaka.pdf - Published Version Download (201kB) |
|
|
Text (Full Teks)
SEPTIANA_TRI_CAHYANI_2205030054_Sosiologi - Full Teks.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Pembangunan Rempang Eco City di Kota Batam mengakibatkan relokasi masyarakat adat dari wilayah asalnya ke kawasan relokasi Tanjung Banun. Relokasi tersebut tidak hanya mengubah kondisi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga memengaruhi kehidupan ekonomi, hubungan sosial, dan kemampuan masyarakat dalam mempertahankan keberlangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan sosial masyarakat adat pasca relokasi Proyek Rempang Eco City di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan Konsep Ketahanan Sosial Keck dan Sakdapolrak serta Teori AGIL Talcott Parsons sebagai pisau analisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas enam masyarakat adat yang telah direlokasi ke Tanjung Banun dan satu informan dari PT Makmur Elok Graha (PT MEG). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan sosial masyarakat adat pasca relokasi diwujudkan melalui diversifikasi mata pencaharian sebagai upaya mempertahankan keberlangsungan ekonomi keluarga, pemanfaatan sumber daya yang tersedia berupa bantuan pemerintah, rumah relokasi, pekarangan, dan peluang kerja di lingkungan baru, serta integrasi dengan lingkungan baru melalui penguatan hubungan sosial, gotong royong, dan pelestarian nilai-nilai budaya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat adat memiliki kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan mengembangkan strategi dalam menghadapi perubahan sosial akibat relokasi sehingga mampu membangun kembali keberlangsungan kehidupan di lingkungan baru. Kata Kunci: Ketahanan Sosial, Relokasi, Masyarakat Adat.
| Item Type: | Thesis (S1) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Subjects: | 300. Ilmu Sosial > 303.6 Conflict Social/Konflik Sosial | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Program Studi Sosiologi | |||||||||
| Depositing User: | user sosiologi | |||||||||
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 00:59 | |||||||||
| Last Modified: | 13 Aug 2026 00:59 | |||||||||
| URI: | http://repositori.umrah.ac.id/id/eprint/12359 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
